Friday, January 18, 2013

SERAT WULANGREH: “LAKU LINGGIH” DAN “SOLAH MUNA-MUNI” YANG TIDAK SESUAI “BASA BASUKI” (2)

Pada tulisan Serat Wulangreh dan ungkapan-ungkapan yang mendukung bahwa “basa basuki" itu perlu, dijelaskan bahwa Sri Pakubuwana IV menyebutkan watak manusia ditandai dari laku linggih dan solah muna-muninipun (pupuh Pangkur bait ke 5).
 
Ada dua kata kunci disini, yaitu: Laku linggih (perilaku) dan solah muna-muni (ucapan).
 
Apa saja kah perilaku dan ucapan yang tidak basuki ini? Ternyata banyak sekali “warning” dari Sri Pakubuwana IV yang perlu kita perhatikan. Sehingga supaya tidak menjadi terlalu panjang maka tulisan ini dibagi menjadi empat bagian.

1
2
Serat Wulangreh: “Laku Linggih” dan “solah muna-muni” yang tidak sesuai “basa basuki”(2)
3
4

 Tulisan ini adalah bagian kedua dari perilaku dan ucapan yang BUKAN basa basuki:
 
7. PUPUH PANGKUR BAIT KE 9
a.    Drengki: Tidak suka melihat orang lain senang
b.    Droi: (Drohi: Tidak setia)
c.    Dora: Suka berkata dusta
d.    Iren-meren: Iri pada kelebihan orang lain
e.    Panasten: Suka memanas-manasi orang lain
f.     Kumingsun: Sifat “sok”. “Aku” nya (ingsun) dikedepankan
g.    Openan: Suka ikut campur urusan orang lain
h.    Nora prasaja: Tidak bersifat “apa adanya”
i.      Jail: suka mengerjai orang
j.      Muthakil: Banyak akal busuk. Sering dijadikan kata majemuk: Jail-muthakil.
k.    Besiwit: Suka curang. Dalam bahasa Jawa yang lebih umum disebut: Urik
Penjelasan lebih lengkap dari sifat-sifat ini dapat dibaca pada posting Serat Wulangreh: watak manusia ditengeri dari laku, linngih dan solah muna-muninya.  adapun bait ke 9 lengkapnya sebagai berikut:
 
 
8. PUPUH PANGKUR BAIT KE 10

a.    Alaning liyan den andhar: Suka menjelek-jelekkan orang lain
b.    Beciking liyan dipun simpen: Kebaikan orang lain disembunyikan
c.    Becike dhewe ginunggung kinarya pasamuwan: Kebaikan sendiri dipamer-pamerkan
d.    Nora ngrasa alane dhewe ngendhukur: Tidak merasa kejelekan diri sendiri amat banyak
Lengkapnya bait ke 10 sebagai berikut:

 
9. PUPUH PANGKUR BAIT KE 12
a.    Sungkan kasosor lumuh kaungkulan: Sifat tidak mau kalah, tidak mau ada orang lain yang lebih hebat dari dirinya sendiri.
b.   Norana kang amadha angrasa luhur pribadi: Merasa tidak ada yang menyamai, merasa dirinya yang paling luhur
Lengkapnya bait ke 12 sebagai berikut:


10. PUPUH PANGKUR BAIT KE 14-17
a.    Lonyo: Mulutnya tidak bisa dipegang, mencla-mencle
b.    Lemer: Sifat tidak setia, suka selingkuh
c.    Genjah: Suka mendahului sebelum waktunya
d.    Angrong pasanakan: Suka mengganggu istri orang, termasuk pembantu
e.    Nyumur gumuling: Tidak bisa simpan rahasia; Ibarat sumur terguling, airnya tumpah kemana-mana
f.     Ambuntut arit: Enak di depan tapi di belakang menimbulkan masalah. Dalam percakapan sehari-hari dikatakan sebagai orang yang “mbendhol buri”
Penjelasan lebih lengkap dari sifat-sifat ini dapat dibaca pada posting Enam watak yang tidak pantas menurut Serat Wulangreh: Lonyo, lemer, genjah, angrong pasanakan,nyumur gumuling dan ambuntut arit. Pada tulisan ini hanya ditampilkan bait ke 14 sebagai berikut:
 
 
Dilanjutkan ke Serat Wulangreh: “Laku linggih” dan “Solah muna-muni” yang tidak sesuai “basa basuki” (3)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST