Wednesday, January 16, 2013

SERAT WULANGREH: “LAKU LINGGIH” DAN “SOLAH MUNA-MUNI” YANG TIDAK SESUAI “BASA BASUKI” (1)

Pada tulisan Serat Wulangreh dan ungkapan-ungkapan yang mendukung bahwa “basa basuki"itu perlu, dijelaskan bahwa Sri Pakubuwana IV menyebutkan watak manusia ditandai dari laku linggih dan solah muna-muninipun (pupuh Pangkur bait ke 5).
 
Ada dua kata kunci disini, yaitu: Laku linggih (perilaku) dan solah muna-muni (ucapan).
Apa saja kah perilaku dan ucapan yang tidak basuki ini? Ternyata banyak sekali “warning” dari Sri Pakubuwana IV yang perlu kita perhatikan. Sehingga supaya tidak menjadi terlalu panjang maka tulisan ini dibagi menjadi empat bagian.
1
Serat Wulangreh: “Laku Linggih” dan “solah muna-muni” yang tidak sesuai “basa basuki”(1)
2
3
4

 Kita mulai bagian pertama dari perilaku dan ucapan yang BUKAN basa basuki ini:

1. PUPUH KINANTHI BAIT KE 8
a.   Andhap asor dipun simpar: Orang yang tidak bersikap rendah hati atau susila anor raga.
b.    Umbag: Sikap mentang-mentang
c.    Gumunggung dhiri: Suka dipuji-puji (gunggungan).
d.    Obrol umuk: Suka pamer
e.    Kumenthus: Berlagak sok  jagoan
f.     Kumaki: Berlagak sok pandai (keminter)
Penjelasan mengenai orang yang suka dipuji-puji dapat dibaca pada posting Serat Wulangreh:jangan menjadi orang gunggungan. Adapun pupuh Kinanthi bait ke 8 lengkapnya sebagai berikut:
 
 
2. PUPUH KINANTHI BAIT KE 9
a.    Sapa sira sapa ingsun: Sifat “sok”, siapa elu siapa gue
b.    Angalunyat sarta edir: Amat sombong
Lengkapnya bait ke 9 sebagai berikut:


3. PUPUH KINANTHI BAIT KE 13

a.    Sugih wuwus nanging den sampar pakolih: Banyak bicara yang tidak ada manfaatnya
b.    Panastene kang den umbar: Suka memanas-manasi orang lain
Lengkapnya bait ke 13 sebagai berikut:


4. PUPUH KINANTHI BAIT KE 14
a.    Tutur ngemungna ingsun pribadi: Bicara (hebat) tentang dirinya sendiri
b.    Amemadha angrasa pinter pribadi: Mencela karena merasa dirinya paling pandai
Lengkapnya bait ke 14 sebagai berikut:
 
5. PUPUH KINANTHI BAIT KE 15
a.    Dahwen open: Peribahasa yang lengkapnya “dahwen ati open”. Suka mencela (dahwen) sesuatu tetapi sebenarnya menginginkan (open)
Lengkapnya bait ke 15 sebagai berikut:
 
6. PUPUH GAMBUH BAIT KE 4-11
a.    Adiguna: Sifat mengedepankan kepandaiannya
b.    Adigang: Sifat mengedepankan kekuatannya
c.    Adigung: Sifat mengedepankan kekuasaannya
Penjelasan selengkapnya dapat dibaca pada tulisan Serat Wulangreh: Adigang Adigung Adiguna. Pada posting ini hanya saya cuplik bait ke 4 sebagai berikut:



Dilanjutkan ke Serat Wulangreh: “Laku linggih” dan “Solah muna-muni” yang tidak sesuai “basa basuki” (2)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST