Tuesday, July 8, 2014

ABAD KE 21: MANGSA BATHARA KALA DAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)

Tulisan ini adalah lanjutan posting PERBUATAN DAN PERILAKU YANG MENJADI MAKANAN BATHARA KALA.

Flu Burung (FB) atau Avian Influenza (AI) adalah penyakit yang disebabkan Virus Influenza H5N1. Bapak-ibu pasti sudah akrab dengan penyakit yang satu ini. Pada awalnya hanya ditularkan dari unggas ke unggas, karena virus bermutasi, akhirnya dapat ditularkan dari unggas ke manusia. 

Sampai saat ini mutasi virus masih berhenti di situ. Profesional kesehatan (kesehatan manusia maupun kesehatan hewan) terus melakukan pengamatan dan pengawasan, sebagai tindakan kewaspadaan dini. Karena begitu virus H5N1 melanjutkan mutasinya, sehingga dapat menular dari manusia ke manusia, maka peluang terjadinya pandemi Flu Burung yang akan melanda seluruh dunia dalam waktu amat cepat menjadi amat besar. 

Bapak-Ibu dapat merujuk ke pandemi Influenza H1N1 (masyarakat awam lebih akrab dengan nama Flu Babi) pada tahun 2009-2010.


FLU BURUNG DI INDONESIA

Flu Burung pada unggas pertama kali dilaporkan sekitar 11 tahun yang lalu, pada tahun 2003. Adapun kasus pertama Flu Burung pada Manusia di Indonesia, dilaporkan kurang lebih dua tahun kemudian, pada bulan Juni 2005. Penularan masih terbatas dari unggas ke manusia. Sampai sekarang pun belum terjadi penularan dari manusia ke manusia. Walau demikian kita tetap melakukan pengawasan ketat dengan melakukan survailans dan upaya-upaya pencegahan.

Upaya pencegahan Flu Burung pada manusia intinya dengan menghindari sebanyak mungkin kontak dekat dengan unggas dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Misalnya Membudayakan cuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan unggas; Ayam harus dikandangkan, kandang ayam harus selalu dibersihkan dan lokasi kandang tidak boleh jadi satu dengan rumah kita.

Di Indonesia, selama 9 tahun, dari tahun 2005 s/d 2013, sejumlah 58 Kabupaten/Kota di 15 Provinsi, dengan jumlah kasus konfirmasi (positif) seluruhnya 192 kasus. Angka kematian cukup tinggi, yaitu 83 persen. Memang angka kematian Flu Burung di Dunia masih tinggi.


BATHARA KALA, TERNAK AYAM DAN FLU BURUNG

Bathara Kala adalah anak Bathara Guru dan Dewi Uma. Amat ditakuti karena dianggap sebagai Dewa pemangsa Manusia. Disisi lain, Flu Burung angka kematiannya (masih) amat tinggi. 

Menjadi terlalu mengada-ada kalau saya katakan: “Jangan sering membelai-belai ayam karena anda akan menjadi mangsa Bathara Kala”. Kita hidup pada abad 21 sementara legenda Bathara Kala sudah ada sejak jaman dulu kala. Pada masa itu Flu Burung masih terlalu jauh dari mimpi kita.

Lalu ... apakah ada kaitan antara Bathara Kala dan Flu Burung? Memang ada, walau secara tidak langsung. Perlu diketahui mangsa Bathara Kala itu banyak sekali. Tidak hanya anak Ontang-anting (anak satu-satunya), Kedhana-Kedhini (dua bersaudara yang satu laki-laki, satunya perempuan, orang menggulingkan dandang (penanak nasi) dan lain-lain, tetapi masih banyak lagi, diantaranya adalah perilaku-perilaku tidak sehat termasuk yang terkait dengan kandang ayam.

Pada masa ayam ras belum dikenal, rakyat di desa bahkan di kota sudah akrab dengan ternak ayam lokal (saat itu namanya belum merosot menjadi ayam kampung atau ayam bukan ras alias buras). Bisa dibuatkan kandang bisa tidak. Kandang bisa dibuat seadanya di belakang rumah. Pagi dilepas (diumbar) sore pulang sendiri. Bisa diberi makan, bisa disuruh cari makan sendiri. 

Intinya, cara beternak ayam seperti ini tidak sesuai dengan upaya-upaya untuk mencegah penularan Flu Burung (dari ayam ke ayam maupun dari ayam ke manusia) walaupun dulu belum ada Flu Burung (tetapi penyakit menular antar ayam tentu sudah ada: Misalnya tetelo).


BATHARA KALA DAN KANDANG AYAM

Bathara Kala ternyata tidak memangsa orang yang membelai-belai ayam, tetapi lebih ke hulu lagi: Orang yang mengandangkan ternak ayamnya secara tidak betul. 

Adalah Ki Padmasusastra, Ngabehi Wirapustaka di Surakarta yang pada tahun 1898 menulis dalam Serat Bauwarna: Bahwa yang menjadi mangsa Bathara Kala adalah orang yang mengandangkan sato-iwen (unggas) di rumah atau orang yang mengumbar ternak unggasnya di halaman rumah.


LIDING DONGENG

Bila pada jaman dulu: “Jangan mengandangkan (ternak) unggas di rumah, nanti jadi makanan Bathara Kala”, tanpa reasoning. Maka pada abad ke 21 ini kita masih tetap bisa mengatakan dan justru harus mengatakan: “Jauhkan kandang (ternak) unggas dari rumah, atau anda akan jadi makanan Bathara Kala”. Dengan reasoning bahwa pada abad ke 21 ini salah satu penjelmaan Bathara Kala adalah Virus H5N1, penyebab Flu Burung, dengan angka kematian amat tinggi.



TULISAN TENTANG BATHARA KALA SELENGKAPNYA

6 Abad ke 21: Makanan Bathara Kala dan Flu Burung  

Most Recent Post

POPULAR POST