Thursday, May 8, 2014

MAKANAN (MANGSA) BATHARA KALA: SUKERTA DAN JULUNG (2)

Pada tulisan sebelumnya, MAKANAN (MANGSA) BATHARA KALA: SUKERTA DAN JULUNG (1) telah dibahas mengenai A. Janma Sukerta berdasarkan Jumlah saudara kandung kita. 

Perlu diingat kembali bahwa pengertian Sukerta adalah orang-orang yang karena sesuatu hal sering mengalami kesialan.

Pada tulisan ini kita lanjutkan ke Janma Sukerta berdasarkan B. Kondisi waktu kehamilan dan persalinan dan C. Kelainan Tubuh

Merujuk ke Serat Bauwarna, Ki Padmasusastra, 1898, mengenai kedua hal ini dapat saya sampaikan sebagai berikut:




B. JANMA SUKERTA BERDASAR KONDISI WAKTU KEHAMILAN DAN PERSALINAN

a. Ungker atau Tiba Ungker
Bayi lahir terbelit usus (atau kemudian sakit-sakitan)

b. Tiba Sampir
Bayi lahir kalung usus (Bedanya dengan ungker, disini ususnya terkalung di leher. Yang dimaksud dengan usus untuk butir a dan b ini adalah: Pembuluh darah yang menghubungkan tali pusat bayi dan placenta (ari-ari)

c. Wungkus atau Bungkus
Bayi lahir terbungkus selaput ketuban. Catatan:  bayi dalam kandungan terlindung oleh air ketuban yang terbungkus semacam selaput. Normalnya pada waktu persalinan selaput ketuban robek terlebih dahulu, kemudian air ketuban keluar melalui jalan lahir, disusul lahirnya si jabang bayi. Dalam hal ini bayi lahir masih terbungkus selaput ketuban (termasuk air ketubannya bila selaput ketuban tidak robek). Dalam dunia pewayangan, Bima (Werkudara) lahir bungkus. Kita kenal lakon: Bima Bungkus. Mengenai tokoh Bima, dapat dibaca pada posting BIMA: CEKAK AOS BLAKA SUTA

d. Wungkul
Bayi lahir tanpa placenta (ari-ari). Kemungkinan bukannya ari-ari tidak ada, melainkan ari-ari mengalami insufisiensi (menjadi tipis atau kecil sekali) sehingga pada masa itu disangka bukan ari-ari. Ari-ari seharusnya ada, mengingat fungsinya sebagai pemberi nutrisi janin dalam kandungan. Angka kematian bayi “wungkul” ini amat tinggi.

e. Jempina
Bayi lahir belum waktunya (prematur): Misal lahir dalam kehamilan 7 atau 8 bulan

f. Mendeking
Bayi lahir belum waktunya (prematur). Bedanya dengan Jempina: Disini usia kehamilan di bawah 7 bulan

g. Kembar
Bayi lahir kembar, bisa laki-laki semua bisa perempuan semua dalam waktu hampir bersamaan (dalam satu hari)

h. Dhampit
Bayi lahir kembar berbeda jenis kelamin: Satu laki-laki, satunya perempuan. Catatan: Dhampit bukan kembar siam (kembar dempet)

i. Tawang Gantungan
Bayi lahir kembar berbeda hari

j. Gondhang Kasih
Bayi lahir kembar yang satu hitam satunya bule (albino)

k. Sakrendha
Bayi lahir kembar dua atau tiga, dalam satu bungkus, harinya bersamaan.


CATATAN

Terkait dengan persalinan, ada  juga kejadian bayi lahir tidak di tempat yang seharusnya (Misal RS, Klinik Bersalin, Puskesmas, Pondok Bersalin Desa, dll). Bayi ini termasuk Janma Sukerta:

a. Wahana
Bayi lahir di tengah keramaian. Misal lahir di acara pesta, lahir di Mall, dll

b. Margana
Bayi lahir di perjalanan. Misal perjalanan waktu mudik lebaran, perjalanan menuju tempat persalinan, dll. 


C. JANMA SUKERTA BERDASARKAN KELAINAN TUBUH 

a. Wujil atau Walika: Orang cebol

b. Wungle atau Gupila: Orang berkulit bule (albino)

c. Kresna: Orang berkulit hitam mulus

d. Butun: Orang yang bagian belakangnya (punggung) menonjol

e. Dhengkak: Orang yang tulang dadanya menonjol


LIDING DONGENG

Bila kita perhatikan Janma Sukerta pada butir B, maka bayi yang lahir dengan kondisi seperti tersebut di atas berisiko lebih tinggi daripada bayi yang lahir normal. Lilitan tali pusat (Tiba Sampir) kalau hanya satu putaran mengelilingi leher mungkin masih tidak apa-apa. Tetapi kalau tiga putaran? Bisa menghambat keluarnya bayi dari rahim. Demikian pula bayi kembar dan bayi prematur perlu penanganan khusus oleh ahlinya

Pada butir C, Orang yang tulang punggungnya menonjol, sehingga kelihatan amat bongkok, kemungkinan menderita TBC Tulang yang meremukkan salah satu tulang belakangnya. Orang Cebol karena gangguan pada hormon pertumbuhan, demikian pula orang bule karena kekurangan melanin.

Sebelum ada dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Anak, Spesialis Endokrin, Spesialis Paru, Spesialis Tulang, dll. Kita akan merujuk ke Sukerta dan Bathara Kala. Pada abad ke 21 ini, bila dananya ada, tidak ada masalah untuk diruwat scara adat. Hanya saja ruwatan medis jangan dilupakan.



TULISAN TENTANG BATHARA KALA SELENGKAPNYA

1 Bathara Kala yang ditakuti   
3 Makanan (Mangsa) Bathara Kala: Sukerta dan Julung (2)   

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST