Saturday, March 2, 2013

PEPINDHAN: MEMBANDINGKAN SECARA PARALEL (4)

Melanjutkan tulisan Pepindhan: Membandingkan secara paralel (3), telah dijelaskan bahwa “sanepa” bersifat menyangatkan tetapi menggunakan “pepindhan” secara terbalik, maka pepindhan bersifat tidak menyangatkan, hanya menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain melalui pembanding.
 
Pembanding bisa binatang, tumbuh-tumbuhan, keadaan alam, tokoh wayang dan lain-lain. Ciri khasnya adalah ada kata “kaya, kadya, pindha atau lir” yang ketiganya berarti “seperti”.
 
Episode ini adalah bagian terakhir dari 4 tulisan dan isinya pepindhan yang tidak menyangkut manusia.
 
 
8. ALAM DAN LINGKUNGAN
 
DALANE MBATHOK MENGKUREP: Jalan yang permukaannya tidak rata, dengan tonjolan cembung yang dapat dibayangkan seperti tempurung kelapa (bathok) yang ditelungkupkan
 
DALANE NGGEGER SAPI: Jaman dulu sebelum banyak jalan aspal dan angkutan umum masih menggunakan pedati yang ditarik sapi, maka bagian jalan yang sering dilewati roda pedati akan lebih rendah daripada yang tidak kelewatan. Bagian tengah jalan dan sepanjang jalan yang tidak kelewatan roda pedati posisinya akan lebih tinggi. Bentuknya yang meninggi dan memanjang diibaratkan sebagai punggung (geger) sapi.
 
PADHANGE KAYA RINA: (Rina: siang). Ada lagu dolanan jaman dulu: “padhang mbulan, padhange kaya rina”. Gambaran malam terang bulan.
 
PANASE KAYA MECAH-MECAHAKE SIRAH: Gambaran panas terik yang menyengat sehingga diibaratkan bisa memecahkan kepala.
 
PETENGE NDUMUK IRUNG: Gambaran keadaan gelap gulita sehingga mau menyentuh (ndumuk) hidung (irung) sendiri saja tidak bisa.
 
 
8. WARNA
 
ABANGE KAYA GODHONG KATIRAH: “Katirah” adalah sejenis tanaman menjalar yang daunnya (godhong) berwarna merah. Warna merah yang diibaratkan seperti dauh katirah ini digunakan untuk pepindhan bagi merahnya mata orang yang sedang marah.
 
KUNING KAYA EMAS SINANGLING: Kuning seperti emas yang di’sangling” (sangling: dimengkilatkan)
 
PUTIH MEMPLAK KAYA KAPUK DIWUSONI: “Wusu” adalah alah pemberih kapuk. “Diwusoni” adalah membersihkan kapuk dengan “wusu”. “Memplak” adalah gandengan kata “putih” yang punya arti menyangatkan. “Putih memplak” berarti putih sekali, ibarat kapuk yang “diwusoni”.
 
ULESE NGEMBANG ASEM: “Ules” adalah warna untuk binatang. Warna “kembang asem” digunakan untuk kucing yang warnanya coklat oranye. Catatan: Untuk “kuda” dikenal kata “Ulese ngembang duren”.
 
 
9. LAIN-LAIN
 
BUAH-BUAHANSALAKE MEDHI (MASIR): Buah salak yang bagus, didalamnya (antara daging buah yang tebal dan biji) terdapat bagian lunak yang terasa seperti pasir manis.
 
MAKANAN – SUGUHANE MBANYU MILI: Hidangan yang mengalir (mili) seperti air. Banyak dan tidak berhenti. Catatan: Kata “mbanyu mili” juga digunakan untuk pepindhan bagi gendhing (musik) yang mengalun tanpa kekosongan nada.
 
HUTANG – UTANGE NYUNDUL EMPYAK: Hutang yang sudah terlalu banyak diibaratkan sampai menyentuh langit-langit rumah. Bisa juga dikatakan  UTANGE TURUT USUK: Sepanjang usuk rumah.
 
KAIN SOBEKSUWEKE NYANGKEM KODHOK: Gambaran kain sobek (suwek) yang lebar berbentuk segitiga seperti mulut katak.
 
PERBEDAAN – BEDANE KAYA BUMI KARO LANGIT: Digunakan untuk membandingkan berbagai kondisi yang bertolak belakang. Sifat manusia, kemajuan suatu daerah, dll,
 
PERMUKAAN YANG HALUSALUSE KAYA SUTRA: Semua yang halus pepindhannya adalah kain sutera.
 
 
PENUTUP
 
Dengan contoh yang sedikit ini, dengan penjelasan yang singkat ini, mudah-mudahan para pembaca yang belum mengerti menjadi paham dan yang sudah lupa menjadi ingat. Contoh lain tentunya masih banyak. Orang yang memakai cincin bermata besar bisa dikatakan “ali-aline nggunung sapikul. Orang yang dapat rejeki nomplok bisa berkomentar “kaya ketiban cempaka sawakul” dan sebagainya.
 
Bila diringkas, inti dari pepindhan adalah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, tetapi tidak menyangatkan.
 
Pembandingnya bisa sesuatu yang nyata (misal: bathok mengkurep) bisa pula abstrak (misal dhemit), tokoh fiksi (misal: Bathara Kamajaya) pokoknya apa saja yang bisa dibuat perbandingan. 
 
Hanya saja supaya komunikasi tidak “blocking” maka orang yang kita ajak bicara harus tahu pepindhan yang kita pakai. Jangan sampai kita mengatakan “cethil (pelit) kaya Gober Bebek” kalau yang kita ajak bicara tidak pernah baca album Walt Disney. (IwanMM)





·         Pepindhan: Membandingkan secara paralel (4)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST