Friday, August 24, 2012

YEN WEDI AJA WANI-WANI YEN WANI AJA-WEDI-WEDI



Ini adalah pitutur sekaligus tantangan dalam bahasa yang sederhana: kalau takut ya jangan berani-berani sebaliknya kalau berani jangan takut-takut. Maksudnya agar dalam menjalani kehidupan ini kita tidak ragu-ragu. Keraguan adalah pembunuh keberhasilan.

“yen wedi aja wani-wani”  bukan mengajar untuk jadi orang pengecut. Kalau memang setelah kita lakukan analisis hasilnya membahayakan, ya jangan dilakukan. Misalnya saja kita mau menyeberangi laut. Di pelabuhan tersedia kapal kecil tetapi sudah sarat muatan sementara ombak besar. Kalau saya sih akan memilih “yen wedi aja wani-wani”.

“Yen wani aja wedi-wedi” juga bukan mengajar kita untuk “bonek”. Tentunya harus pakai perhitungan, deduga, prayoga, watara danreringa. Kalau sudah yakin OK maka ulat harus madhep dan ati mantep untuk GO AHEAD. Pedhe dan tidak maju mundur lagi.

Dibawah adalah sebuah dongeng sebelum tidur dari eyang putri kepada cucunya tentang induk rusa yang berani melawan harimau:

DONGENG INDUK RUSA DAN HARIMAU


Adalah seekor induk rusa sedang merumput di tepi hutan bersama anaknya. Ia dikejutkan dengan kedatangan seekor harimau yang akan memangsanya. Kepada anaknya ia berpesan: “Kau jangan kelihatan takut nak, biar Emak yang menyelesaikan”. Si induk rusa segera pasang kuda-kuda. Tanduk diarahkan ke harimau, mata dipelototkan dan lidahnya yang merah dijulurkan. Si macan (yang kebetulan macan  tolol) melihat rusa punya  tanduk dengan lidah merah menjulur mengira induk rusa adalah binatang pemangsa yang ganas. Iapun lari terbirit-birit.

Macan dalam pelariannya  ketemu kera. Setelah macan berceritera apa yang dialaminya, kera pun tertawa ngakak: “Tolol kamu, Can. daging rusa itu enaknya sampai mak nyusss”. Harimau yang sudah terlanjur grogi amat sulit diyakinkan  supaya “yen wani aja wedi-wedi”. Karena ditolol-tololkan oleh si kera, akhirnya harimau berani kembali mendatangi rusa asal ditemani. Tidak hanya sekedar menemani, . ekor kera harus diikat ke lehernya, supaya kalau terjadi sesuatu maka kera tidak ngacir duluan. Dalam hal ini sikap harimau adalah “wani tetapi wedi-wedi”.

Dari jauh kelihatan seolah-olah kera berjalan menuntun harimau dengan leher terikat.  Induk rusa pun berteriak: “Hai kera, ternyata kau menepati janjimu kemarin untuk kirim makanan. Kebetulan aku sedang lapar, dan kau bawakan aku daging segar yang pasti enak sekali”.

Macan yang memang datang dengan mental “wani tetapi wedi-wedi” mendengar kata-kata keras induk rusa dengan wajah yang disangar-sangarkan, tanpa pikir panjang lagi langsung balik kanan, ngacir secepat-cepatnya, sambil mencaci-maki kera: “Binatang tolol, hampir saja nyawaku melayang. Dasar kera bego”. Sebaliknya si kera berteriak-teriak kesakitan. Tubuhnya babak-belur terantuk, terbanting dan terseret karena ekornya masih terikat pada leher harimau.

LIDING DONGENG

Induk rusa dan anaknya bersukacita bisa lepas dari bahaya. Sambil membelai kepala si kecil, ia memberi pitutur: “Anakku, dalam menghadapi masalah, ada dua pilihan. Kalau takut, ya secepatnya menyelamatkan diri. Tetapi kalau memang berani, gunakan otakmu, jangan tunjukkan ketakutanmu. Prinsipnya, yen wedi aja wani-wani, yen wani aja wedi-wedi” demikian ia menasihati anaknya. (IwMM)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST