Saturday, August 4, 2012

BAMBU DAN UNGKAPAN JAWA (3): NGELMU PRING (A)

Melanjutkan tulisan "Bambu dan Ungkapan Jawa (2): Dongeng dan paribasan",  NGELMU PRING adalah sebuah lagu beraliran “hip-hop” yang dinyanyikan “Rotra” dari Yogyakarta. Artinya kurang lebih “filosofi bambu”. Disini kita dapat menemukan bambu secara “all in one” baik manfaat fisik maupun filosofinya. Tidak terlalu mengherankan kalau maknanya bisa demikian dalam, karena syairnya ditulis oleh sosok kondang Sindhunata.

Karena alirannya “hip-hop” yang berselera muda, tentunya melalui “ngelmu pring” diharapkan kawula muda dapat memaknai hidup mereka. Tentusaja mereka harus paham bahasa Jawa. Kalau tidak, ya seperti pramuwisata Thailand yang telah saya tulis dalam “Bambu dan ungkapan Jawa (1): Pring dan lagu ayo ngising".

Syair, terjemahan dan penjelasan singkat dapat dibaca di bawah ini:


PRING REKETEG GUNUNG GAMPING AMBROL

Lirik

Pring reketek gunung gamping ambrol, Ati kudu tetep jo nganti uripmu kagol,
Pring reketek gunung gamping ambrol, Uripa sing jejeg nek ra eling jebol,

Terjemahan

Bambu gemeretak Gunung Gamping Runtuh, Hati harus tetap jangan sampai hidupmu terhambat,
Bambu gemeretak gunung gamping runtuh. Hiduplah yang lurus kalau tidak “ingat” hancur.

Pesan:

Pring reketeg gunung gamping ambrol menggambarkan tekad yang kuat, mampu mematahkan batang bambu yang lentur dan melongsorkan gunung kapur yang keras.
Hati yang tetep, jejeg dan dilandasi rasa eling akan menghilangkan hambatan hidup dan mencegah kehancuran hidup.


MACAM-MACAM BAMBU DAN PESAN KEHIDUPAN

Lirik

Pring Ndeling, tegese kendhel lan eling, kendhel mergo eling, timbang nggrundel nganti suwing,
Pring kuwi suket, Dhuwur tur jejeg; Rejeki seret, Rasah do bunek.
Pring Ori, Urip iku mati; Kabeh sing urip mesti bakale mati,
Pring Apus, Urip iku lampus; Dadi wong urip ojo seneng apus-apus,
Pring Petung, Urip iku suwung; Senajan suwung nanging ojo bingung,
Pring Wuluh, Urip iku tuwuh; Ojo mung embuh ethok-ethok ora weruh.
Pring Cendani, Urip iku wani; Wani ngadepi aja mlayu merga wedi,
Pring Kuning, Urip iku eling; Wajib padha eling, Eling marang sing peparing,

Terjemahan:

Bambu Ndeling, Artinya berani dan ingat; Berani karena ingat, Daripada menggerutu sampai bibir sumbing.
Pring itu rumput, Tinggi dan tegak; Rejeki seret, tidak usah bingung
Bambu Ori, hidup itu mati; Semua yang hidup pasti bakal mati
Bambu Apus, Hidup itu mati; Jadi orang hidup, jangan suka bohong
Bambu Petung, hidup itu hampa; Walaupun hampa, tetapi jangan bingung
Bambu Wuluh, Hidup itu tumbuh; Jangan bilang tidak tahu, Pura-pura tidak tahu
Bambu Cendhani, Hidup itu berani; Berani menghadapi. Jangan lari karena ketakutan
Bambu Kuning; Hidup itu ingat;  Semua wajib ingat, Pada Yang Maha Memberi

Pesan:

Mengambil sinonim bambu (deling),  tanaman bambu sebagai rumput dan macam-macam bambu (ori, apus, petung, wuluh, cendhani dan kuning) dengan permainan guru swara yang pas, menghasilkan pesan-pesan hidup sebagai berikut:
  1. Berani bertindak dengan dilandasi rasa eling. Menggerutu tanpa tindakan, walaupun sampai bibir sumbing tidak akan ada hasilnya.
  2. Hidup itu mati dengan pengertian semua yang hidup pasti akan mati. Oleh sebab itu jangan suka berbohong yang akan menodai kehidupan kita
  3. Hidup itu hampa, tetapi isilah kehampaan itu, jangan kita justru menjadi bingung
  4. Hidup itu tumbuh, jangan pura-pura tidak tahu. Karena tumbuh, maka kita harus bergerak supaya bisa berkembang
  5. Hidup itu berani. Kita harus berani menghadapinya dan jangan melarikan diri karena ketakutan menghadapi hidup
  6. Hidup itu ingat (eling), ingat kepada Allah SWT sehingga hidup kita tidak melanggar norma-norma agama.
MANFAAT FISIK BAMBU DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Lirik

Pring iku mung suket,
Ning omah asale seka pring,
Usuk seka pring,
Cagak seka pring,
Gedhek iku pring,
Lincak uga pring,
Kepang cetha pring 
Tampare ya mung pring,
Kalo, Tampah, Serok asale seka pring,
Pikulan, tepas, tenggok digawe nganggo pring,
Mangan enak, mancing iwak, walesane ya pring,
Jangan Bung aku gandrung jebule bakal pring,

Terjemahan:

Bambu hanyalah rumput
Tetapi rumah berasal dari bambu
Usuk (penyangga atap) dari bambu
Tiang dari bambu
Dinding itu bambu
Kursi juga bambu
Kepang (gedhek yang belum dipasang) jelas bambu
Talinya ya hanya bambu
Kalo, tampah, serok (alat-alat dapur) asalnya dari bambu
Pikulan, kipas, bakul, dibuat dari bambu
Makan enak, memancing ikan, jorannya juga bambu
Sayur rebung, aku amat suka, ternyata berasal dari bambu yang masih muda

Pesan:

1.    Walaupun bambu hanya sejenis rumput tetapi manfaatnya bagi kehidupan manusia amat besar. Ingat Jalma tan kena ingina
2.    Bambu bisa dibuat menjadi rumah tinggal manusia, lengkap termasuk perabot dan peralatan dapur (usuk, tiang, dinding, kursi, kepang, tali, kalo, tampah, serok, pikulan, kipas dan bakul)
3.    Bambu dapat digunakan untuk mencari makan (joran pancing) sekaligus dimakan (rebung)

Adapun makna yang lebih dalam lagi dari “Ngelmu Pring” dapat dibaca pada lanjutan tulisan ini: Bambu dan ungkapan Jawa (4): Ngelmu Pring (B)


No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST