Thursday, March 8, 2012

SERAT WULANGREH: JANGAN MABOK-MABOKAN


“Ma Lima” Madat, Maling, Main, Madon, Minum memang tidak disebut eksplisit  dalam Serat Wulangreh. Tapi semuanya ada disitu bahkan tidak cuma itu. Masih banyak lagi “wewaler” (larangan) yang disebut di dalamnya, khususnya dalam pupuh Wirangrong.

Mabuk tidak dimasukkan dalam empat cacad besar yang disebutkan dalam Serat Wulangreh, pada pupuh Wirangrong bait ke 10 (Empat cacad besar menurut Serat Wulangreh: Madat, Ngabotohan, Durjana dan Ati Sudagar Awon), tetapi disebut secara terpisah, masih dalam Pupuh Wirangrong, bait ke 23 sebagai berikut:


Terjemahannya: Dan ada larangan lagi; Jangan mabuk-mabukan; Minum tuak tanpa batas itu; Yang jelasnya juga; Minum tiap hari; Itu sifat tidak baik.

Jelas sekali bahwa mabok-mabokan akibat minum tanpa batas, bahkan tiap hari adalah hal tidak baik.

Memang tidak serinci “Madat”. Mungkin karena pada jaman dulu lebih banyak orang Jawa yang madat daripada minum, tetapi kelakuan orang minum rupanya juga meresahkan Kanjeng Sunan yang ke empat ini.

Alkohol bila dikonsumsi berlebihan akan menimbulkan efek samping berupa gangguan mental organik: fungsi berpikir, merasakan dan perilaku. Hal ini karena alkohol bereaksi langsung pada sel-sel syaraf pusat. Jeleknya alkohol tidak hanya menimbulkan ketergantungan fisik tetapi juga psikis. Orang akan cenderung meninggikan dosis dan akhirnya mabok.

Perubahan fisik yang kelihatan misalnya orang mabok jalannya oleng, mukanya merah. Kemudian perubahan psikologis antara lain mudah tersinggung, meracau dan sulit konsentrasi. Sedangkan perubahan perilaku misalnya menjadi garang, ingin melakukan tindakan kekerasan, karena tidak mampu lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dalam hal ini Sri Pakubuwana IV menjelaskan dalam bait ke 24 bahwa orang yang mabok (wuru) akan kehilangan kewaspadaan batinnya. Tidak bisa berkonsentrasi (nora ajeg barang pikiripun), pandangannya gelap (baliyar-baliyar), tidak bisa membedakan mana yang baik. Lengkapnya sebagai berikut:


Para pengguna alkohol kronis bisa mengalami kerusakan liver. Demikian pula daya tahan tubuh juga turun dan berakibat mudah tertular penyakit macam-macam.

Pengobatan kecanduan tidak gampang. Orang yang diberhentikan tiba-tiba penggunaan alkoholnya akan timbul efek withdrawal. Gejalanya juga sama tidak enaknya: gemetar, jantung berdebar-debar, gelisah, murung dan berkhayal.

Kalau kita ikuti pemberitaan media jaman sekarang ini, banyak tindak kekerasan maupun kecelakaan dengan korban banyak, antara lain karena pelakunya mabok. Marilah kita rujuk kembali bahwa Sri Susuhunan Pakubuwana IV telah me-warning: ..... Lawan ana waler malih, aja sok anggung kawuron......... (IwMM)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST