Wednesday, March 14, 2012

GAJAH 2: TEMBANG DAN PARIBASAN

Pada posting sebelum ini telah dikenalkan “Gajah” melalui cangkriman, dolanan dan dongeng. Kita lanjutkan dengan pengenalan melalui tembang dan paribasan (peribahasa)


TEMBANG

Adalah “Tembang dolanan anak-anak” Liriknya sederhana saja tetapi memberi deskripsi lengkap tentang gajah: Judulnya “Gajah-gajah” sebagai berikut: Gajah-gajah mrene tak kandhani jah; Mripat kaya laron siyung loro kuping gedhe; kathik nganggo tlale; Buntut cilik tansah kopat-kapit; Sikil kaya bumbung; Mung mlakumu migag-migung (ada yang menyebut “igad-igud” dan “megal-megol”).

Terjemahannya: Gajah-gajah kemari saya beritahu Jah; Mata(mu) seperti laron (maksudnya kecil sekali) taring (maksudnya belalai) dua kuping besar. Kok pakai belalai; Ekor kecil selalu berkibas-kibas; kaki seperti bumbung; hanya jalanmu migag-migug (maksudnya tidak luwes).

Tembang yang lebih serius terdapat pada Serat Wulangreh dapat dibaca pada posting  Adigang Adigung Adiguna dalam Pupuh Gambuh

Saya cuplik bait ke 4 dan 10 di bawah (tidak saya terjemahkan lagi), disebutkan bahwa Sifat Adigang diwakili oleh "Kijang", Adigung oleh Gajah (esthi) dan Adiguna oleh ular.

Ana pocapanipun; Adiguna adigang adigung; Pan adigang kidang adigung pan esthi; Adiguna ula iku; Telu pisan mati sampyoh

Dene katelu iku; Si kidang suka ing patinipun; Pan si gajah alena patinireki; Si ula ing patinipun; Ngandelken upase mandos


PARIBASAN

Setidaknya ada sembilan peribahasa Jawa yang menggunakan “Gajah”. Satu diantaranya mirip dengan peribahasa yang sudah lebih dikenal dalam bahasa Indonesia:
  1. Gajah tumbuk kancil mati ing tengah. Maksudnya sama dengan “Dua ekor gajah berkelahi, pelanduk mati ditengah-tengah”. Orang besar bersengketa rakyat kecil sengsara
  2. Balung gajah (tulang gajah), artinya orang sederhana yang mulia hatinya, ada juga yang mengatakan orang perkasa yang kaya raya.
  3. Gajah alingan suket teki (gajah bersembunyi di balik rumput teki), artinya orang besar yang menyandarkan keselamatan dirinya pada orang kecil. Tentusaja kemungkinan keberhasilannya kecil.
  4. Gajah marani wantilan (marani: mendatangi; wantilan: tali pengikat gajah), artinya orang yang nekad mendatangi bahaya
  5. Gajah ngidak rapah (ngidak: menginjak; rapah: dahan dan ranting yang berserakan di tanah), artinya orang besar yang melanggar larangannya sendiri
  6. Nggajah elar (nggajah: seperti gajah; elar: sayap), artinya orang sombong merasa hebat sendiri (didukung kemampuannya untuk gampang memperoleh apa yang da inginkan)
  7. Macak gajah (macak: bersolek/berhias) menggambarkan orang yang berdandan berlebihan.
  8. Bathang gajah (Bathang: bangkai), artinya orang besar yang sudah hilang kekuasaannya
  9. Cindhil ngadu gajah atau semut ngadu gajah (Cindhil: anak tikus), artinya orang besar diadu domba orang kecil

PENUTUP

Liding dongeng, gajah mewakili sesuatu yang besar bisa dari sisi baik maupun sisi buruk. Banyak barang-barang ukuran besar meminjam nama gajah. Kuping gajah adalah tanaman berdaun lebar. Kupu gajah adalah kupu indah yang sayapnya amat besar. Gadjah Mada, mahapatih kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa nya. Demikian pula Kaki Gajah atau Elephantiasis adalah penyakit disebabkan cacing Filaria yang menimbulkan pembengkakan besar di kaki (IwMM)

Mahapatih GajahMada; Kuping Gajah; Kupu Gajah: Penyakit Kaki Gajah

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST