Friday, November 4, 2011

NGATHOK ATAU NGOLOR

 
Tempohari saya posting tentang "Rai Gedheg" yang berarti tidak tahu malu. Mudah-mudahan gedhegnya sudah dimakan rayap. Tapi ini Ada satu lagi "ngathok".
 
Kathok dalam bahasa Jawa berarti celana secara umum. Bisa celana pendek sampai panjang, bisa celana dalam sampai celana monyet. Masing-masing ada nama khusus tetapi nama generiknya ya kathok. Ngathok adalah "carmuk" cari muka, menjilat (kepada yang lebih tinggi kedudukannya). Kolor adalah jenis "kathok" juga, maka istilah "ngolor" bukan lain spesies dengan "ngathok"

Mengapa ngathok menjadi ungkapan untuk "cari muka" agak sulit juga menjelaskannya. Ada teman yang mengatakan demikian: "Ngathok" maksudnya "ngathoki", memasangkan celana. Kalau kita "ngathoki" anak kecil yang belum bisa pakai celana sendiri, itu adalah ungkapan kasih sayang atau bahkan ngayomi. Tapi ngathoki orang yang sudah amat mahir mengenakan sendiri, itu lain. Apalagi mengenakan celana adalah hal yang amat pribadi.

Pengertian ngathok ditujukan pada orang yang sudah mampu banget mengenakan kathok sendiri. Lebih khusus lagi ditujukan pada orang yang lebih tinggi kedudukannya daripada kita. Semakin khusus lagi, ditujukan kepada atasan kita.

Betapa menyebalkannya para pengathok itu. Perilakunya kelihatan, tetapi tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Demikian pula harus dibedakan antara melayani dan hormat pada pimpinan, dengan ngathok. Kita juga tidak bisa sebarang menuduh si anu itu pengathok.

Ngathok tentunya bukan tanpa maksud. Orang ngathok biasanya banyak memuji yang berlebih-lebihan, atau “nggunggung”. Orang nggunggung tentu ada maunya. Paling tidak mengandung harapan supaya "ketengen" atau lebih dikenal atasan, sehingga kalau ada kesempatan ia yang didahulukan. Tapi ada juga yang "ngathok" hanya karena ia ingin dekat dengan orang yang diatasnya. Motif dan kebanggaannya hanya dekatnya itu saja. Pimpinan hendaknya hati-hati dengan orang-orang yang ngathok ini. Walaupun belum tentu orang yang ngathok ini kinerjanya jelek. Untuk pengathok yang kinerjanya baik, mengapa harus "ngathok". Bila ia sukses malah kasihan baik dia sendiri maupun atasannya  (IwMM).

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST