Saturday, November 5, 2011

CRIWIS CAWIS dan KENES ORA ETHES

 

Criwis dan kenes adalah ungkapan untuk wanita. "Criwis" artinya banyak omong, banyak komentar termasuk mencela, sedangkan "kenes" lebih banyak pada tingkah laku yang atraktif termasuk omongnya juga atraktif. Dalam bahasa Jawa yang lain, kenes identik dengan "endhel". "Cawis" berarti menyiapkan sesuatu, kemudian "ethes" kurang lebih berarti mampu melakukan tindakan yang tepat.

Jadi sudah dapat ditebak, seperti apa orang "criwis" yang "cawis" dan orang "kenes" yang "ora ethes".



CRIWIS CAWIS

Orang "criwis cawis" walaupun omongnya banyak, segala sesuatu dikomentari, kenapa begini, kenapa begitu, itu gak betul dan lain-lain, tetapi ia juga "cawis" mampu dan mau melakukannya dengan benar. Bahkan mau menyelesaikannya kalau ia merasa kita terlalu lamban. Orang "criwis cawis" boleh jadi termasuk orang tidak menyenangkan yang menyenangkan. Pada akhirnya kita akan menerima kehadirannya dengan senang hati, bahkan terhibur sekaligus terbantu. Dan manusia pasti selalu senang dibantu.

KENES ORA ETHES

"Kenes ora ethes" adalah kebalikannya. Ia menunjukkan kerja yang kelihatan banyak tetapi kinerjanya tidak seperti yang diharapkan. Walau demikian orang "kenes" ini menyenangkan. "kenes ora ethes" bukan "fish story" dalam ungkapan Inggris yang artinya bualan berantai yang makin besar. Bukan pula "tong kosong bunyinya nyaring" dalam peribahasa Indonesia. Ia tidak membual maupun membesarkan bualan. Ia bekerja dan ingin kerjanya dilihat. Sayang hasil kerjanya tidak sepadan dengan kerja yang ia tunjukkan. Sepanjang ia tidak "ngathok" seperti posting saya kemarin, ia masih diterima dalam pergaulan. Kita malah punya bahan "ngrasani" teman kenes kita di saat senggang. Dan kita pasti senang ngrasani.

KESIMPULAN

"Criwis" dan "kenes" baik yang “cawis” maupun yang “ethes” ibaratnya dua variabel yang satu “bicara” satunya “kerja”. Bicara tentang hal ini saya ingat "joke" tentang orang Jepang dan orang Cina. Yang satu sedikit bicara banyak bekerja dan satunya banyak bicara banyak bekerja. Orang Indonesia juga disebut-sebut tetapi sebagai anak bangsa saya tidak suka. Jadi tidak dimasukkan dalam tulisan ini (IwMM).

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST