Tuesday, June 11, 2013

MENELUSURI KOPLAK SAMPAI KE KOPLAKAN (1): KOPLAK DARI MASA KE MASA

Pernah saya posting dalam FB Nguri-uri Basa Jawa tentang KOPLAK dan KOPLAKAN ini. Kemudian ada teman yang menyadur dalam Bahasa Indonesia dan memuatnya dalam Kompasiana. Rupanya banyak juga teman yang tertarik dengan kedua kata ini. Saya coba menelusuri lebih lanjut melalui tanya sana-sini dan mencari rujukan dari browsing sana-sini juga. Yang jelas kedua kata ini: Koplak dan Koplakan sudah ada sejak jaman dulu.
 
 
KOPLAK DARI ASPEK BAHASA
 
Menurut Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, Koplak berarti:
 
(1) Isi buah yang sudah terlepas dari kulitnya: Contohnya buah keluak pada waktu masih muda daging buah melekat pada kulit buah. Ketika sudah tua, daging buah mengerut dan lepas dari kulit buahnya. Kalau dikocak-kocak maka akan terdengar suara koplak koplak. Buah keluak yang tua bagus untuk bumbu rawon atau pindang, salah satu cara mengetesnya adalah dengan dikocak-kocak, koplak koplak atau tidak.
 
(2) Kocak: Misalnya jirigen berisi air yang tidak penuh, telur busuk, kalau digoncang-goncang juga akan terdengar suara koplak-koplak.
 
(3) Dalam peribahasa Jawa, kita kenal kalimat: Kocak tandhane lukak. (Lukak: kosong; Kocak: Konotasinya dengan bunyi). Kocak tandhane lukak pengertiannya adalah orang banyak ngomong (kocak) padahal sebenarnya bodoh (lukak). Perlu dicatat bahwa yang digunakan adalah kata “kocak” bukannya “koplak”
 
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa KOPLAK pengertian harfiahnya adalah sesuatu yang tidak penuh, sedangkan pengertian kiasannya adalah untuk otak manusia yang bodoh tapi banyak omong.
 
 
KOPLAK DALAM BAHASA GAUL JAWA
 
Jaman sekarang orang gila atau gendheng dikatakan koplak. Yang ini sebenarnya menyimpang. Koplak itu gambaran orang bodoh yang banyak ngomong. Orang bodoh diibaratkan kepalanya besar otaknya kecil, sehingga kalau kepala digoyang-goyang terdengar koplak-koplak. Bodoh tidak sama dengan gendheng.
 
Di bawah adalah kutipan dari: http://kamusgaul.com/kamus/koplak, dapat dilihat bahwa pengertian koplak dengan mengambil makna dari peribahasa “kocak tandhane lukak” tidak menyimpang dari arti koplak pada jaman dulu.
 
(1) “KOPLAK”  merupakan bahasa gaul anak Jogja/Jawa Tengah yang punya makna Idiot, gila, tapi lebih pada konotasi lucu.
 
(2) Menyebut seseorang karena perilaku atau bicaranya cenderung ngawur tapi merasa benar, keren dan cerdas, padahal tidak.
 
(3) Contoh Penggunaan kata: Pokoknya dia koplak banget deh, atau yang lebih condong ke sarkastis adalah: dasar koplak loe, kalau ngomong asal njeplak!
 
 
 
Kesimpulannya adalah: Penggunaan kata “koplak” yang banyak kita dengar saat ini tidak melenceng dari makna aslinya (dalam kiasan), yaitu: “Kocak tandhane lukak” dengan pengertian: Kocak = Koplak. Bila kita dikata-katai dengan “koplak kamu!” Jangan keburu marah, karena saling mengkoplak dalam artian canda adalah biasa diantara teman.
 
 
NAMA DUSUN
 
Teman saya Dr. Soemartono Samadikoen, SpM memposting gambar tugu kecil bertulisan “Dusun Koplak” di kelompok FB MamaConga: Mantan Mahasiswa (Kedokteran) Complex Ngasem, Yogyakarta. Pertanyaan beliau kurang lebih: “Kok bisa dinamai “Koplak” ya? Karena di FB ya berhenti disitu. Tetapi kalau kita bahas sambil jagongan, kira-kira lanjutannya adalah: “Apa warga dusun tersebut koplak semua?”
 
Komentar teman-teman juga “ting clebung” pertanda tidak ada yang tahu. Saya yang lahir di Yogya ndilalah juga ora dhong, padahal dusun koplak itu bukan dusun terpencil. Semua orang pasti tahu Jalan Kaliurang. Dusun Koplak berada di Jalan Kaliurang Km 14,5 ke arah Kaliurang, dekat dengan kampus UII (Universitas Islam Indonesia). Dusunnya indah, hijau, banyak tempat layak kunjung dan kuliner layak santap.
 
Yang jelas, Dusun Koplak ada di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Gambar tugu diambil dari http://www.baltyra.com/)
 
Mengapa namanya Dusun Koplak, mudah-mudahan ada sesepuh disana yang berkenan menjelaskan. Ada teman di komunitas FB Nguri-uri Basa Jawa yang memberi uraian: Mungkin pada jaman dulu banyak warga desanya yang berprofesi kusir Andhong atau Dokar. Atau ada pangkalan Andhong/Dokar disitu.
 
Mengapa bisa dikaitkan dengan Kereta kuda? Dapat dibaca di lanjutan tulisan ini MENELUSURI KOPLAK SAMPAI KE KOPLAKAN (2): KOPLAKAN DARI MASA KE MASA (Iwan MM)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST