Friday, March 8, 2013

PANYANDRA: PEPINDHAN UNTUK SESUATU YANG KHUSUS (3): MUSIM (PRANATAMANGSA)


Panyandra (candra: salah satu pengertian “candra” menurut Poerwadarminta adalah menceriterakan ujud sesuatu dengan “pepindhan”). Secara umum dapat kita katakan bahwa “panyandra” adalah “pepindhan” khusus. Misalnya bagian tubuh manusia (khususnya wanita, dan lebih khusus lagi yang dinilai “indah). “Panyandra” juga diberikan untuk menggambarkan suatu keadaan. Misalnya “panyandra untuk musim” dalam “pranatamangsa” Jawa, demikian pula panyandra gambaran orang minum (minuman keras) mulai satu sloki sampai sepuluh sloki.
 
 
 
PRANATAMANGSA
 
Perhitungan pranatamangsa dimaksudkan untuk pedoman para petani pada masa Sunan Pakubuwana VII di Surakarta. (dapat dibaca di Pranatamangsa, Wikipedia). Adapun tulisan ini mengambil dari Sarine Basa Jawa, Padmasukaca, 1967).
 
Mangsa (musim) disini dibagi menjadi 12. Di bawah adalah daftar 12 mangsa tersebut: Nama, mulainya, lamanya dan “Candra”nya
 
1. MANGSA KASA (KARTIKA)
 
Dimulai tanggal 21/22 Juni, lamanya 41 hari dan candranya adalah: Sotya murca saking êmbanan (intan lepas dari cincin yang menjadi embanannya) dengan kejadian di alam: Daun-daun berguguran, kayu akan menjadi kering dan belalang masuk ke tanah.
 
2. MANGSA KARO (PUSA)
 
Dimulai tanggal 1/2 Agustus, lamanya 23 hari dan candranya adalah: Bantala rêngka (Bumi retak) dengan kejadian di alam: Tanah mengering dan retak-retak.
 
3. MANGSA KATELU (MANGGASRI)
 
Dimulai tanggal 24/25 Agustus, lamanya 24 hari dan candranya adalah: Suta manut ing bapa (Anak menurut/mengikuti ayahnya) dengan kejadian di alam: Tanaman merambat mulai tumbuh, menaiki rambatannya, seperti anak yang mengikuti bapaknya.
 
 
 
4. MANGSA KAPAT (SITRA)
 
Dimulai tanggal 17/18 September, lamanya 25 hari dan candranya adalah: Waspa kumembeng jroning kalbu (Air mata tergenang di dalam kalbu) dengan kejadian di alam: mata air mulai terisi, burung-burung mulai membuat sarang untuk bertelur
 
5. MANGSA KALIMA (MANGGAKALA)
 
Dimulai tanggal 12/13 Oktober, lamanya 27 hari dan candranya adalah: Pancuran mas sumawur ing jagad (Pancuran emas menyirami bumi) dengan kejadian alam: Mulai hujan besar, pohon-pohon besar mulai tumbuh daunnya dan tanaman empon-empon mulai bertunas
 
6. MANGSA KANEM (NAYA)
 
Dimulai tanggal 8/9 November, lamanya 43 hari dan candranya adalah: Rasa mulya kasucian (Merasa mulia penuh kesucian) dengan kejadian alam: Mulai banyak buah-buahan dan burung-burung air bermunculan di tempat berair).
 
 
7. MANGSA KAPITU (PALGUNA)
 
Dimulai tanggal 21/22 Desember, lamanya 43 hari dan candranya adalah: Wisa kentar ing maruta (Bisa/racun terhanyut bersama angin) dengan kejadian alam: Banyak penyakit termasuk banyak hujan dan banjir.
 
8. MANGSA KAWOLU (WISAKA)
 
Dimulai tanggal 3/4 Pebruari, lamanya 24 hari dan candranya: Anjrah jroning kayun (keluarnya isi hati) dengan kejadian alam: Musim kucing kawin
 
9. MANGSA KASANGA (JITA)
 
Dimulai tanggal 28/29 Pebruari, lamanya 25 hari dan candranya: Wedhare wacana mulya (Munculnya suara-suara mulia) dengan kejadian alam: Jangkrik, gangsir, garengpung (tonggeret) mulai berbunyi. Saatnya padi berbunga
 
 
10. MANGSA KASAPULUH (SRAWANA)
 
Dimulai tanggal 25/26 Maret, lamanya 24 hari dan candranya: Gedhong mineb jroning kalbu (Gedung tertutup dalam kalbu) dengan kejadian alam: banyak hewan bunting dan burung-burung menetaskan telurnya. Padi pun menguning.
 
11. MANGSA KASAWELAS (DHESTHA, PADRAWANA)
 
Dimulai tanggal 18/19 April, lamanya 23 hari dan candranya: Sotya sinarawedi (Intan seperti saudara) dengan kejadian alam: Burung mulai menyuapi anak-anaknya
 
12. MANGSA KAROLAS (SADDHA, ASUJI)
 
Dimulai tanggal 11/12 Mei, lamanya 41 hari dan candranya: Tirta sah saking sasana (Air mulai meninggalkan tempatnya) dengan gejala alam: Musim bedhidhing (dingin), tidak ada orang berkeringat
 
 
 
BAGAIMANA ANCER-ANCER PERHITUNGANNYA?
 
Setidak-tidaknya kita bisa mengetahui “bulan” dari “mangsa” yang ingin kita ketahui. Yang membuat mudah, perhitungannya menggunakan tahun masehi. Caranya sederhana saja:

1.    Bila bulannya lebih dari 6 (Misalnya Nopember: bulan ke 11) maka kita kurangi dengan angka 6: 11-6 = 5. Jadi pada bulan Nopember kita masuk pada mangsa Kalima: Hujan mulai besar.

2.    Bila bulannya kurang dari 6 (Misal Januari: Bulan ke 1) maka kita tambah dengan angka 6: 1+6 = 7. Jadi pada bulan Januari kita masuk pada mangsa Kapitu: Banyak penyakit.

 
PENUTUP

Perhitungan pranatamangsa mungkin sudah tidak menarik lagi bagi kehidupan di kota besar. Apalagi gejala-gejala alam yang diberi panyandra oleh nenek moyang kita kelihatannya juga sudah ogah menyertai kehidupan metropolis.
 
Sebagai contoh “Wedharing wacana mulya” sebagai panyandra mangsa kasanga, yang disuarakan oleh jangkrik, gangsir dan khususnya garengpung (tonggeret) sudah tidak terdengar lagi di kota-kota besar. Tidak ada lagi “wacana mulya” pada bulan Maret.  Yang terjadi adalah “udan salah mangsa” yang tidak bisa diberi panyandra. Ditelan "global warming" kah?(IwanMM)
 
Dilanjutkan ke PANYANDRA: PEPINDHAN UNTUK SESUATU YANG KHUSUS (4): MINUM



No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST