Thursday, December 13, 2012

SERING DITANYAKAN: LIR ATAU NIR

Satu kata pendek tiga huruf dengan perbedaan pada huruf pertama L dan N ini dari dulu terus ditanyakan teman-teman. Memang dua kata ini sudah hampir tidak pernah lagi dipakai dalam percakapan sehari-hari. Pertama kali saya semangat menjawabnya. Lama-lama bosan juga, padahal yang tanya orangnya beda.
 
Kemarin dulu mas Parmo SMS: “Dik, bedane LIR karo NIR iku apa?” Wah ini kalau dijawab pakai SMS bisa tambah tidak jelas, jadi saya jawab saya: “Telepon saya saja Mas, biar jelas”.
 
Dalam satu menit Mas Parmo sudah nelepon: “Aku ke rumah saja Dik, biar mantap”.
 
Rupanya mas Parmo jadi panitia manten. Karena logat Jawanya medhok, maka oleh pemangku hajat yang kebetulan adiknya sendiri, dia ditugasi menerima acara pasrah penganten. Sambutan sudah dibuat, dia tinggal baca. Sudah tentu naskah penuh “basa rinengga” dan dia jadi ragu-ragu sendiri ketika terakhir ada kata-kata: “LIR ing sambekala”. (Catatan: memang benernya NIR. Mungkin yang mengetik juga “tidak dhong”)
 
 
PENGERTIAN “LIR”
 
Ada beberapa pengertian kata “LIR” bergantung kalimatnya bagaimana.

1.    Seperti atau laksana: Misalnya LIR hapsari tumurun ing marcapada (seperti/laksana bidadari turun ke dunia)

2.    Maksud perkataan: Misalnya orang tidak jelas dengan penjelasan saya, maka ia bisa mengatakan” LIRe piye mas?” Dalam bahasa yang lebih umum adalah “Jlentrehe piye Mas? (Maksudnya/penjelasannya gimana, mas?)

3.    Menjelaskan maksud yang sebenarnya: Misalnya menjawab pertanyaan pada butir 2 di atas, kita katakan “LIRe mangkene Dhi”. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kita katakan “Jlentrehe ngene lho Dhik”.

4.    Terkait dengan pengertian butir 3, LIR bisa diartikan juga sebagai “oleh sebab itu”. Misalnya kita katakan: LIRe wong urip iku kudu tulung-tinulung”. (Oleh sebab itu orang hidup harus tolong-menolong)

5.    Yang satu ini agak beda pengertiannya. DiLIRake: diabaikan, tidak diurus, tidak direken

6.    Demikian pula yang satu ini. SaLIRing: Kesemuanya. Misalnya “SaLIRing titah butuh mangan”. (Semua makhluk butuh makan).

PENGERTIAN “NIR”

Ada orang yang menyebut “menir” (pecahan beras yang agak lembut tetapi bukan tepung beras) dipendekikan menjadi NIR saja. Tapi yang dimaksud dengan kata NIR dalam bahasa Jawa yang  berasal dari basa Kawi adalah: HILANG atau TANPA.


PENUTUP

Kata-kata yang ditanyakan Mas Parmo tadi adalah kata penutup sambutan yang diketik "LIR". Yang benar adalah bukan "LIR" melainkan NIR baya, NIR wikara, NIR ing sambekala: Tidak ada bahaya, tidak ada masalah dan tidak ada halangan. Mas Parmo sebenarnya sudah tahu yang benar adalah NIR ing sambekala bukan LIR. Tapi ia rancu dengan kata NIR laba.

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST