Sunday, December 30, 2012

SERAT RAMA DAN ASTA BRATA (7): BATHARA SURYA

Melanjutkan Serat Rama dan Asta Brata (6): Bathara Yama, Dewa yang ke tiga adalah Bathara Surya, dewa matahari. Dalam Serat Rama, pupuh Pangkur bait ke 23 dikatakan bahwa Sifat Bathara Surya adalah “lakuning palamarta” (welas asih). Belas kasihannya ditunjukkan dengan memberikan energi surya nya sebagai sumber kehidupan semua makhluk yang ada di bumi ini.
 
 
BATHARA SURYA YANG PALAMARTA
 
Kita melihat bahwa dengan kecukupan sinar matahari maka tanaman akan tumbuh dengan baik, demikian pula manusia yang tidak mendapatkan sinar matahari mudah menderita kekurangan vitamin D yang berpengaruh buruk bagi kesehatan tulangnya.

Sinar matahari juga membunuh bibit penyakit. Rumah yang didalamnya tidak mendapat sinar matahari merupakan sumber penyakit.
 
Itulah “lakuning palamarta” a la Bathara Surya. Dengan sinarnya ia menebar kebajikan (ngudanaken sabarang reh arum-arum) yang dirasakan dan menyegarkan dimana-mana (amanjingaken rerasan asreping kang den tetepi).

Hal ini dapat dibaca pada pupuh Pangkur bait ke 23 mulai baris ke tiga, sebagai berikut:

 
 
MENYERAP SEMANGAT BATHARA SURYA
 
Matahari melaksanakan tugasnya dengan sabar tetapi tuntas, mulai terbit di ufuk timur sampai tenggelam di barat dan akan kembali lagi pada keesokan harinya. Demikian pula Bathara Surya yang “tan galak” (lembut) tetapi menyelesaikan tugasnya (nutuk sakarsa).

Tidak ada keraguan samasekali (tan ana rerangunipun) dalam mengisi semangat yang diserap oleh semua orang. Pada bait ke 24 pupuh Pangkur disebutkan:

Semua orang akan menyerap kebajikan dan semangat yang diberikan Bathara Surya tanpa pilih kasih, bahkan orang buta (dumuh) pun akan merasakan dan tumbuh semangat dalam jiwanya (tyasira kena pinulih.)
 
Dalam menumbuhkan semangat, semua mendapat prioritas yang sama (tan katengen pangisepe sarasa), seperti disebutkan pada pupuh Pangkur bait ke 25.

Selengkapnya bait ke 24 dan 25 adalah sebagai berikut:


 
LIDING DONGENG
 
Seorang pemimpin hendaknya meneladani sang Surya yang dengan sabar dan welas asih danpa pilih kasih, senantiasa menumbuhkan kehidupan dengan semangat dan kekuatan. Sifatnya yang selalu konsisten dan tidak pernah melenceng dari orbitnya membuat rakyat tidak bingung. Energi Bathara Surya yang diserap secara merata oleh semua orang akan menumbuhkan gairah dalam menapaki hidup dan kehidupan. Itulah Bathara Surya, sang Dewa Matahari dengan “Laku Hambeging Surya” yang perlu diteladani seorang pemimpin.
 

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST