Wednesday, May 23, 2012

BEKERJA DALAM TIM: TULADHA DARI "KINANG"

“Nginang” merupakan salah satu hal yang dilakukan orang Jawa pada jaman dulu. Perlengkapan untuk nginang selalu ada di rumah. Mulai dari tempat untuk menaruh kinangan sampai paidon (tempat meludah).

Kinangan yang lengkap terdiri dari lima unsur: Sirih, Pinang (jambe), Gambir, Kapur sirih (enjet) dan terakhir tembakau. Sudah wajar jika ada orang yang bekerjasama suatu saat timbul perdebatan karena masing-masing merasa kontribusinya paling besar. Terjadilah perdebatan sebagai berikut:

Sirih: Akulah bumbu utama kinang. Tidak ada aku, tidak ada orang nginang

Pinang: Ah masa iya, sebelum ada kamu, aku sudah duluan dikinang para bidadari

Gambir: Pakai sirih, pakai pinang kalau tanpa aku (gambir) apa mungkin jadi merah?

Kapur: Tanpa bantuanku, merahnya seberapa sih? Demikian pula rasanya tidak enak, manusia tidak akan doyan

Tembakau: Sudah, sudah jangan merasa menang sendiri. Yang paling hebat ya aku ini. Orang nginang tanpa tembakau rasanya tidak enak, hambar.

Konon karena kisah ini terjadi pada jaman dewa-dewa, maka Batara Guru pun turun dari kahyangan dan meredakan situasi. Bagaimanapun kalau salah satu anggota "Kinang Group" kemudian walk out maka kinang akan kehilangan makna.

“Wahai sirih, pinang, gambir, kapur dan tembakau, jangan kalian bertengkar berebut benar. Kamu dengar dulu sejarah nginang itu bagaimana. Yang pertama dikinang memang betul kamu, wahai pinang. Adalah tujuh bidadari yang dipimpin dewi Supraba menginang jambe (pinang). Tapi namanya bukan nginang melainkan "mucang" (pucang adalah nama pohon pinang). Tujuannya hanya untuk menghilangkan bau mulut. Selanjutnya Batara Kamajaya dan Batari Kamaratih nginang dengan menggunakan tiga unsur. Pinang (jambe), gambir dan kapur (enjet). Karena ada tiga unsur maka disebut "nigan" (tigan: telur, unsurnya tiga yaitu kuning telur, putih telur dan kulit telur). Tujuannya untuk memerahkan bibir. Barulah terakhir Batara Wisnu melengkapi yang tiga dengan menambah dua unsur lagi yaitu sirih dan tembakau. Jadilah kinang seperti yang sekarang ini.


LIDING DONGENG

Jangan merasa paling benar dan berjasa. Semua kisah sukses adalah hasil kerja orang banyak secara bersama-sama dalam keterpaduan. Tidak ada sukses dari hasil kerja sendiri, secara sendirian. Tidak ada keberhasilan tanpa kolaborasi, kemitraan dan networking (IwMM)

Disadur dari Serat Maduwasita, Ki Padmasusastra, Surakarta, 1918

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST