Thursday, May 24, 2012

KEBO (7): KEBO ILANG TOMBOK KANDHANG

Ada lagi teman yang tanya: “Mas, dulu posting paribasan tentang kerbau berturut-turut sampai enam kali kalau tidak salah. Saya tunggiu-tunggu kok tidak diterusin?”

“Lha kan suka-suka saya?” jawab saya sambil lalu.

“Itu lho mas, kebo ilang tombok kandhang, penjelasannya bagaimana?”


“Wong sudah jelas sekali gitu lho. Kamu kehilangan barang, kamu upaya menemukan tetapi barang tidak atau belum ketemu malah kamu keluar uang lumayan”.

“Iya, kalau itu sih ngerti, tapi reasoningnya itu lho. Kenapa tombok, kenapa kerbau, kok bukan sapi misalnya”

“Gini deh, kamu pernah kehilangan barang yang cukup berharga? Jaman dulu yang namanya kerbau kan amat berharga?”

Teman saya mikir-mikir sejenak: “Pernah mas, sepeda motor. Hampir lima tahun yang lalu”.

“Lalu apa yang kau lakukan?”

“Lapor polisi, mas. Tapi tidak keluar uang, Hanya waktu saja yang terbuang ditanya ini itu untuk proses verbal”

“Apa lagi?”

Dia terdiam sejenak. “Minta bantuan radio swasta, untuk menyiarkan. Tapi mereka malah senang dapat berita, gak keluar duit juga.”

Saya mulai tidak sabar. “Ada uang yang kamu keluarkan untuk mencarinya?”

Teman saya memukul meja. “Wah iya mas, ada orang yang katanya kenal sama maling-maling. Dia mau bantu, kalau ketemu nanti bisa ditebus dengan sekedar uang. Saya biayai dia kesana kemari, tapi akhirnya saya hentikan, karena malingnya tidak pernah ketemu.

“Kamu tanya dukun juga?”

“Ada yang menyarankan, mas. Apa salahnya dicoba?”

“Keluar uang juga?”

Teman saya tertawa. “Oke mas, aku dah ngerti. Tapi kenapa yang dipilih untuk paribasan kok kerbau?
Ganti saya yang terdiam. “Yah, jaman dulu sapinya mungkin masih di Australia, yang ada di Jawa baru kerbau. Kalau ayam, rasanya kurang berharga untuk dicari sampai tombok tombok. Kemudian satu lagi .......” Tidak saya teruskan.
“Apa mas, yang satu lagi?” Dia mendesak
“Kerbau kan dianggap binatang bodoh. Jadi kalau kehilangan sampai tombok kandang, yang empunya kerbau pasti lebih bodoh dari kerbau itu sendiri” Saya jawab sambil tertawa, padahal belum tentu ucapan saya lucu (IwMM).

Catatan: Kebo (1) sd Kebo (6) dapat dibaca pada arsip bulan Oktober 2011

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST