Friday, October 28, 2011

NUCUK NGIBERAKE


 
Nucuk: Mematuk makanan (untuk burung). Ngiberake: Membawa terbang. Dalam ungkapan bahasa Jawa bukan berarti mematuk makanan terus dibawa terbang melainkan “sudah makan masih membawa pulang”. Kalau mau lebih jelas lagi, sudah diberi suguhan, masih ngantongi. Tapi tolong jangan disamakan kalau kita menghadiri selamatan atau hajatan. Memang itu sudah adat istiadat, selesai baca doa lalu makan bersama dan waktu mau pulang kita diberi berkatan. Hanya kalau kemudian sudah diberi berkatan kita masih ngukuti makanan yang tidak habis untuk dibawa pulang, barangkali itu termasuk “nucuk ngiberake”.
 
Orang bisa mengatakan perilaku seperti ini tidak pantas atau “saru”. Misalnya pada acara-acara rapat, sudah makan komplit dan kenyang masih mencari tas kresek untuk membawa pulang makanan yang tersisa. Saru tetapi kadang-kadang bermanfaat juga, karena tidak ada lagi left over.
 
Perilaku  “Nucuk ngiberake” ini tidak pandang bulu. Tidak harus orang miskin. Orang mampu dan (maaf) ibu-ibu berpenampilan aksi pun bisa saja melakukan. Ada yang mengatakan ini sudah watak jadi tak bisa diubah lagi. Orang Jawa yang suka padanan kata mengatakan ada “Tiga Wa” yang bersifat tidak bisa ditahan, yaitu “Watak, Wahing dan Watuk” (watak, bersin dan batuk).
 
Walau ungkapan ini berasal dari bahasa Jawa, kelihatannya berlaku universal. saya lihat orang-orang bukan Indonesia pun ada yang tidak malu-malu berbuat itu. Tamu-tamu asing pun ada yang cukup pedhe melakukan itu.
 
Dulu saya pernah tugas di salah satu negara Afrika dan masih merokok, kalau dimintai rokok, tidak saya berikan dengan bungkusnya. Saya ambil satu batang lalu saya berikan. Soalnya punya pengalaman ketika saya berikan bungkusnya, satu batang dia masukkan mulut dan tiga batang masuk kantong.
 
Saya hanya memberi contoh makanan dan rokok saja. Yang enteng-enteng saja. Demikian pula pertanyaan saya ringan-ringan saja : Kalau kita naik pesawat dan ditawari permen oleh pramugari, kita ambil satu genggam, satu masuk mulut dan sisanya masuk kantong, termasuk “nucuk ngiberake” apa tidak? (IwM)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST