Monday, September 23, 2013

BERBAGAI MACAM “SUMBER AIR” DALAM BAHASA JAWA

Demikian kayanya bahasa Jawa sehingga yang namanya “SUMBER AIR” (Banyu) saja bisa macam-macam bergantung asal usul atau lokasi, besar dan cara memancarnya. Sumber air bisa menjadi obyek wisata bisa pula dianggap angker tetapi yang jelas sumber air adalah sumber kehidupan.
 
Sebagai catatan, yang dimaksud dengan “sumber air” dalam hal ini adalah sumber air tawar alami. Yang buatan manusia atau terlalu banyak dimanipulasi manusia, misalnya: Bendungan, Kolam (blumbang), bak penampung air hujan, tidak termasuk didalamnya.

Posting ini melengkapi tulisan AIR DAN UNGKAPAN JAWA (1), (2) dan (3) 
 
Beberapa contoh di bawah, saya dapatkan dari Serat Bauwarna, tulisan Ki Padmasusastra, Ngabehi Wirapustaka ing Surakarta, 1898 kiranya dapat dijadikan rujukan (Bahasa Jawanya saya sertakan).
 
 
KAWAH: Air panas di puncak gunung (Banyu panas ing sapucuking gunung)
 
TLAGA (TELAGA): Mata air besar yang berada di pegunungan, diapit gunung. Kebalikannya adalah “rawa” (Sendhang agung kang ana ing tanah pagunungan, kaapit ing gunung, kosokbaline rawa).
 
RAWA: Mata air besar yang berada di dataran rendah. Kebalikannya adalah “telaga” (Sendhang agung kang ana ing tanah ngare, kosokbaline tlaga). Dengan demikian dapat kita pahami mengapa “Rawa Pening” tidak disebut “Tlaga Pening”
 
SENDHANG: Mata air yang keluar dari tanah yang tidak dekat sungai. Berada di desa atau di luar desa. Air yang keluar dapat digunakan untuk mengairi sawah. (Tuk kang metu saka sawijining palemahan kang ora cedhak kali, ana sajero utawa sajabaning desa, banyune kena ginawe ngocori sawah sawatara).
 
SUMBER: Rembesan yang keluar dari tanah yang tidak dekat sungai. Berada di desa atau di luar desa. Air yang keluar dapat digunakan untuk kebutuhan desa tetapi tidak cukup mengairi sawah. (rerembesan metu saka sawijining palemahan kang ora cedhak kali, ana sajero utawa sajabaning desa, banyune kena ginawe kabutuhaning desa, ora cukup ginawe ngocori sawah)

BELIK: Rembesan yang keluar dari tanah didekat sungai, airnya mengalir ke sungai (Rerembesan metu saka palemahan sacedhaking kali, banyune mili marang kali. Mohon diperhatikan bahwa "belik" letaknya pasti dekat sungai sedangkan "sendhang" dan "sumber" pasti jauh dari sungai.
 
UMBUL: Keluar dari tanah datar, airnya memancar mengalir jadi sungai. Digunakan untuk mengairi sawah. (Metu saka sawijining panggonan ing tanah ngare, udale muncar mili dadi kali, kanggo sesawah)
 
GROJOGAN: Air yang keluar dari perut gunung, jatuh ke jurang menjadi sungai. (Banyu metu saka lambunging gunung, tiba ing jurang dadi kali). Dalam bahasa Indonesia kita sebut grojogan dengan AIR TERJUN. Kita kenal nama “Grojogan Sewu” yang kurang lazim kalau disebut Air Terjun Sewu, tetapi kita juga kenal Air Terjun Sedudha dan Air Terjun Coban Randha.
 
PANCURAN: Air rembesan dari gunung yang mengumpul kemudian diberi talang dari bambu, menjadi pancuran yang digunakan untuk kebutuhan desa (Banyu rerembesaning gunung kalumpuke tinalangan pring dadi pancuran, kanggo kabutuhaning desa).
 
TRITIS: Air yang keluar dari rembesan gunung batu atau padas, tersebar (ura) diseputar gunung, sehingga kelihatan gunung padas (rejeng) meneteskan air. (Banyu metu saka rerembesaning gunung watu utawa padhas, ura saubenging gunung, rerejenge padha tetes banyune). Kita kenal nama pantai Parang Tritis di selatan Yogyakarta. Parang: Karang atau padas, dan pengertian “tritis” sudah dijelaskan di atas.


GAMBAR

Di bawah adalah foto Telaga Ngebel (Ponorogo, Jawa Timur), Rawa Jombor (Klaten, Jawa Tengah) dan Sendang Keyongan (Grobogan, Jawa Tengah). Kiranya Bapak/Ibu dapat mencocokkan dengan pengertian menurut Ki Padmasusastra, 1898, tersebut di atas.

Bila kita merujuk ke Bausastra Jawa, Poerwadarminta, 1939, pengertiannya memang berbeda karena bausastra adalah semacam kamus. Rawa dikatakan sebagai tanah cekung yang berisi air, atau telaga kecil. Sedangkan Sendhang adalah belik besar,  kemudian Belik adalah Sendhang kecil di dekat sungai.
 
Bawah: Telaga Ngebel (Ponorogo) gambar diambil dari www.tip.web.id
 
 
Bawah: Rawa Jombor (Klaten)  gambar diambil dari wisata.kompasiana.com
 
 
Bawah: Sendang Keyongan (Grobogan) gambar diambil dari www.berita86.com
 
 

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST