Thursday, July 26, 2012

"WISA" (RACUN) YANG MENGANCAM MANUSIA



Racun (Wisa) yang dimaksud Ki Padmasusastra Ngabehi Wirapustaka, Surakarta, dalam Layang Madubasa, 1912 ini bukan hanya Wisa (Bisa)  yang mematikan atau membuat sakit fisik, tetapi  terdapat juga "wisa" yang meracuni perilaku manusia sehingga membuat orang lain  tidak suka dan perilaku tersebut bisa menjadi bahan pembicaraan orang banyak.

Cukup menarik bahwa beliau memasukkan juga beberapa “wisa” yang terkait dengan kesehatan yang pada masa sekarang ini (setelah 100 tahun) masih menjadi masalah manusia.Ternyata manusia memang sulit diubah.

Daftar di bawah adalah "wisa" dimaksud:
 

1.   Bojo (suami/istri): Kalau yang laki-laki “ngiwa” dan perempuannya “sedheng” (Keterangan: Ngiwa dan sedheng sama artinya yaitun selingkuh. Perilaku  seperti ini akan mengakibatkan rumah tangga  berantakan dan anak-anak menjadi korban)

2.    Dhuwit (uang): Kalau tidak punya uang, maka semua yang dikatakan menjadi salah, dan semua yang diinginkan tidak akan kesampaian. (Keterangan: itulah powernya uang)

3.    Kanca (teman): Kalau tidak rukun (Keterangan: Hidup ini harus guyub rukun)

4.    Kinang: kalau kebanyakan kapur sirih; membuat bibir bengkak dan lidah perih (Keterangan: Jaman dulu masih banyak orang “nginang”. Kapur sirih mengandung kalsium hidroksid yang punya daya kaustik. Kulit tangan saja bisa lepuh apalagi bibir)

5.    Laku (maksudnya "jalan"): Kalau capek (Keterangan: disarankan istirahat dulu)

6.   Lara (sakit): Kalau kemasukan rezeki sebelum sakit (Keterangan: Mungkin maksudnya karena dapat rezeki terus merasa sembuh dan tidak ingat kalau masih sakit, sehingga lupa memperhatikan kesehatannya)

7.    Masak (memasak makanan): Kalau kurang bumbu, rasanya hambar (keterangan: Ini hal yang tidak terlalu berat, karena hanya masalah bumbu. Tetapi jaman dulu kalau wanita tidak bisa memasak mungkin lain masalahnya)

8.    Ngombe (minum):  Minum air kotor bisa menimbulkan sakit. Misalnya penyakit diare. Ditambahkan pula: kalau minum minuman keras, minum yang palsu. (Keterangan: Dewasa ini banyak juga minuman keras oplosan yang campurannya bahan berbahaya).

9.    Nulis (menulis): Kalau diajak bicara (Keterangan: Orang menulis kalau diajak bicara konsentrasinya akan terganggu, padahal dulu orang menulis masih langsung di kertas, kalau salah maka kertas dibuang; bukan di atas layar LCD seperti sekarang)
 
10. Omah (rumah): Kalau fondasi dan lantai kurang tinggi. (Keterangan: Menyebabkan dingin dan lembab, penghuninya gampang sakit)

11. Pangan (makanan): Kalau tidak cepat dicerna (Keterangan Makanan yang tidak cepat dicerna akan menimbulkan gangguan perut atau saluran pencernaan).

12.  Rokok: Kalau asapnya diisap  sampai paru-paru, akan berbahaya. Sarannya, diisap sampai mulut saja lalu dikeluarkan. (Keterangan: mana ada orang merokok tidak diisap masuk paru. Ternyata 100 tahun yang lalu orang sudah tahu kalau asap rokok mengandung nikotin yang membahayakan tubuh)

13. Sembrana (canda kelewat batas): Bisa melukai hati sampai menimbulkan pertengkaran. Hati-hati kalau bicara.

14.  Waras (sehat): Kalau rakus. Gampang kena penyakit. (Keterangan: Walaupun sehat, orang tetap harus menjaga apa yang dia makan. Orang yang rakus dan menu makannya tidak seimbang, mudah kena penyakit macam-macam).

KESIMPULAN

Diantara semua itu "WISA" (racun) yang paling berbahaya adalah kelakuan buruk.  Kalau sudah dapat "label" bahwa kelakuan kita tidak baik, maka walaupun bicara kita benar, orang tetap tidak percaya atau setidak-tidaknya curiga;  apalagi kalau bicara kita tidak benar. Nama tetap rusak sekalipun manusianya sudah mati.  (IwMM)
 


No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST