Thursday, April 26, 2012

MBUWANG RASE NEMU KUWUK

Rase adalah binatang sejenis musang dan kuwuk adalah sebutan untuk kucing jantan tua. Pengertian membuang rase dapat kuwuk adalah membuang yang jelek dapat yang sama jelek atau lebih jelek. Saya tidak begitu paham perilaku rase, tetapi perilaku kucing jantan tua yang sudah setengah liar kira-kira cukup barbarian. Ya mencuri makanan ya mengejar-ngejar kucing betina. Belum lagi sifatnya yang suka berkelahi. Kira-kira yang dimaksud adalah salah satu aspek dalam kehidupan rumah tangga.

Adalah seorang wanita yang menikah dengan laki-laki tampan, sopan dan kaya. Banyak teman-temannya yang iri pada waktu itu. Semakin banyak yang iri, wanita itu semakin bangga dengan Harjunanya. Tidaki terlalu lama ketahuan bahwa laki-laki tampan ini nakal. Suka pergi dengan wanita lain, dan pacarnya banyak. Pertama ia masih menyabarkan diri dan berharap suaminya sadar, bahwa ia sudah berkeluarga. Apalagi ia sudah hamil dan lagi-lagi berharap setelah anaknya lahir, suaminya sadar bahwa kini ia telah menjadi seorang bapak. Ternyata bukannya sadar tetapi “thukmis”nya semakin menjadi. (Thukmis: singkatan dari bathuk klimis. Bathuk adalah dahi. Bathuk klimis adalah gambaran untuk wanita cantik pada masa itu. Laki-laki thukmis artinya laki-laki yang tidak tahan melihat wanita cantik). Punya bayi di rumah justru suaminya semakin jarang pulang. Akhirnya karena tidak kuat lagi si wanita minta cerai.

Beberapa tahun kemudian si wanita menikah lagi. Ia sudah lebih berhati-hati memilih suami. Ia sudah jera dengan laki-laki yang kelihatannya sopan tapi nakal. Kali ini laki-laki pilihannya walaupun gagah tetapi tidak kaya dan tidak terlalu santun. Bagi si wanita tidak masalah. Ia adalah wanita yang bisa mencari uang. Apakah wanita ini memang bernasib jelek, entahlah. Ternyata suaminya adalah seorang pemabok. Karena penghasilannya tidak tetap, ia sering minta uang kepada istrinya, untuk minun-minum. Ia selalu pulang ke rumah dalam keadaan mabok. Bergantung tingkat maboknya (Baca Sepuluh tahapan orang mabok miras) ia bisa meracau atau langsung teler. Lebih parah lagi kalau tidak diberi uang ia bisa mencuri di rumah sendiri. Kalau dimarahi si laki-laki tega memukul isterinya. Akhirnya karena tidak tahan. Si istri pun minta cerai.

Kepada teman-temannya si wanita berkata: “Saya ini ibarat mbuwang rase nemu kuwuk. Pisah dengan laki-laki yang thukmis dapat laki-laki pemabok. Apa dosa saya?”

Teman-temannya hanya bisa menghibur: “Dunia tidak hanya selebar daun kelor, mbak. Masih banyak laki-laki yang baik”.

Saya hanya menemukan dua peribahasa Jawa yang senada. Satunya adalah mbuwang pace nemu kudhu. Pace adalah sejenis buah yang bisa dipakai untuk mencuci pakaian sedangkan kudhu adalah sejenis akar yang digunakan sebagai pewarna pakaian. Yang satu pencuci, satunya pewarna. Karena hanya dua peribahasa yang ada, mudah-mudahan kasus seperti ini tidak banyak (IwMM)

1 comment:

Keiko Kitagawa said...

Wah maknyus nih, hehe bukan hanya Cantik saja, tetapi parasnya yang menawan dan juga bentuk tubuhnya yang sangat ideal membuatnya menjadi wanita yang sangat anggun . Ada ndak ya stok perempuan kayak gini hihihi :p mau saya jadiin pegawai cantik buat kerja wkawka
Makasih ya infonya :)

Most Recent Post

POPULAR POST