Monday, November 14, 2011

SUNDAH MANDAH: Memahami "Jer Basuki Mawa Beya"


Permainan anak jaman "doeloe" umumnya bernuansa “olah raga”. Tidak jarang kita pulang bermain dengan  lutut berdarah atau kepala benjol. Bukan akibat tawuran melainkan karena jatuh atau terantuk kepalanya. Dulu kalau lima anak berkumpul, ramainya bukan main. Sekarang ini sepuluh anak bersama-sama bisa tanpa suara karena sibuk dengan permainan masing-masing yang berbasis elektronik dan komputer. "Sundah mandah" adalah salah satu contoh permainan fisik yang mendidik.



PERMAINAN FISIK, MURAH MERIAH, MENDIDIK

Ada satu contoh permainan fisik yang tidak terlalu keras. Umumnya dimainkan anak perempuan, walau bukan monopoli perempuan. Namanya “Sundah Mandah”, paling tidak yang saya kenal seperti itu. Ada yang menyebut “Sondah Mandah” ada juga yang menyebut “engklek” (meloncat dengan satu kaki). Tiap daerah pasti punya sebutan sendiri-sendiri.

Asal kata “Sundah Mandah” sudah kelihatan kalau tidak asli Indonesia apalagi Jawa. Jelas kalau dari bahasa Belanda “Zondag dan Maandag”. Konon permainan ini untuk menghapal nama-nama hari. Memang kotak-kotak permainan engklek yang paling sederhana jumlahnya tujuh kotak sesuai dengan jumlah hari. Tapi apa ya sesederhana itu?

Yang jelas permainan ini tanpa biaya. Hanya perlu menggambar kotak-kotak yang harus kita lompati dengan “engklek” atau kalau mainnya di lantai plester menggambarnya pakai kapur tulis atau arang. Jaman dulu tiap rumah pasti ada arang kayu, karena alat seterika kita pemanasnya kan arang. Kemudian butuh “gacuk” yang hanya berupa pecahan genting atau kaca (tentusaja yang tidak tajam) untuk dilempar ke petak-petak yang telah kita gambar di tanah.

Lalu “tuladha”nya dimana? Mudah-mudahan pembaca masih mengenali permainan ini, sehingga saya tidak perlu bertele-tele menjelaskan. Semua pemain akan “engklek” melompati setiap kotak. Gacuk dilempar dari satu kotak ke kotak berikutnya. Bila bisa menyelesaikan satu putaran maka mendapat bonus “sawah” (ada juga yang mengatakan “rumah”). Di sawah milik kita maka kita tidak perlu engklek, tetapi boleh meletakkan dua kaki. Sementara orang lain tidak boleh menginjak “sawah” kita. Walau demikian untuk mendapatkan “sawah” juga bukan barang gampang. Setelah “gacuk” bisa menyelesaikan satu putaran dan tentu saja kita “engklek” beberapa kali, maka kita harus melempar “gacuk” melewati kepala dengan tubuh membelakangi petak-petak “Sundah Mandah”nya. Tidak semudah itu, bisa meleset, bisa masuk sawah orang.

BELAJAR MEMAHAMI JER BASUKI MAWA BEYA

Secara tidak langsung (atau malah tidak sadar?) dulu kita dididik bahwa “Jer Basuki Mawa Beya”. Sebuah sawah bagi orang Jawa dulu nilainya amat tinggi. Sawah tidak akan datang dengan sendirinya. “Thenguk-thenguk nemu kethuk” adalah “hil yang mustahal”. Dalam “Sundah Mandah” maka “gacuk” adalah ilmu kita. Kita harus bisa melempar gacuk dengan baik sehingga tepat sasaran. Artinya manusia harus punya ilmu (sesuai kompetensi masing-masing) dan ilmu harus digunakan dengan benar supaya tidak menjadi “pinter keblinger”.

Punya ilmu saja tetapi tidak bergerak alias “thenguk-thenguk” juga tidak ada hasilnya. Ilmu harus kita gunakan untuk mencapai cita-cita, yang diibaratkan sawah atau rumah tadi. Untuk mendapatkannya kita tidak bisa jalan berleha-leha, kita harus berjuang dengan “engklek” (meloncat dengan satu kaki).

Akhirnya kita pun berhak untuk memperoleh sawah. Kita bisa bertumpu pada dua kaki dan orang lain dilarang masuk. Sayangnya, walau persyaratan untuk memiliki sawah sudah dipenuhi, belum tentu sawah bisa dimiliki. “Gacuk” harus dilempar dengan badan membelakangi lokasi sawah. Bisa saja meleset. Artinya manusia harus belajar menerima dengan lapang dada bahwa kegagalan bisa saja terjadi di ujung sukses dan perjuangan harus dimulai lagi dari awal.

Menjelang maghrib anak-anak yang bermain pada pulang. Bergandengan, ketawa-ketawa dan janjian main lagi besok pagi. Tetap guyub rukun. Walau ada yang tidak kebagian sawah, dan ada yang dapat sawah banyak. Tidak ada pikiran bahwa “kesenangan orang lain adalah malapetaka saya” (IwMM)

No comments:

Recent Posts

POPULAR POST