Friday, November 11, 2011

PUPUR SADURUNGE BENJUT



Kadang-kadang kalau menemukan “quotes” dari orang-orang yang berasal dari negeri “Ngatasangin” saya coba cari padanan walaupun sedikit dipadan-padankan, apa ada ungkapan bahasa Jawanya. Ternyata ya ada saja. Arnold Glason (1905-1998) dia orang Amerika. Tentunya tidak bilang “pupur sadurunge benjut” tetapi kalau didalami, ya seperti itu kira-kira yang dia sampaikan.
 

Glason  seorang “humorist” Amerika yang terkenal pada jamannya. Salah satu aktifitasnya adalah sebagai kontributor tetap pada “humor section” dalam majalah Reader’s Digest. Kata-katanya yang saya catat adalah: “One of the test of leadership is to recognize a problem before it becomes an emergency”. Tejemahan bebasnya kurang lebih: “Salah satu ujian kepemimpinan adalah mampu mengenali suatu masalah sebelum keadaan menjadi darurat”. Sebuah pesan yang jelas, sesuai dengan kepribadian orang barat yang “assertive”.
Berarti orang harus selalu melakukan analisa situasi. Dulu banyak sekali penataran mengenai hal-hal ini. Kita belajar analisis SWOT untuk mengetahui Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kita harus mengenal ATHG, ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan. Dalam ilmu kedokteran kita kenal “Promotive & Preventive Medicine” guna meningkatkan kesehatan supaya tidak sakit. Bahkan melakukan “Surveillance epidemiology”, yaitu pengamatan penyakit berbasis orang, waktu dan tempat. Dengan demikian kita dapat melakukan tindakan yang tepat, pada waktu, tempat dan orang yang tepat sebelum menjadi masalah kesehatan baik keluarga maupun masyarakat.

Orang Jawa  sebenarnya juga mempunyai pitutur yang disampaikan secara tidak langsung: “Pupur sadurunge benjut” (Pupur: bedak, param; Sadurunge: Sebelum; Benjut: bengkak khusus di kepala akibat terantuk atau terpukul). Bukan berarti kalau ada risiko “benjut” lalu kita pergi kemana-mana dengan param obat teroles di jidat kita. Maksud nenek moyang kita adalah supaya kita melakukan langkah-langkah prevensi sebelum hal-hal itu menjadi masalah besar. Bagaimana kita melakukan prevensi tentunya dengan mengenal masalah sebelum terjadi masalah.

Di jalan kampung (banyak saya temukan di Surabaya) ada tulisan “Ngebut benjut”. Berarti walaupun jalan kampung itu sepi, jangan kenceng-kenceng kalau naik motor. Siapa tahu tulisan itu serius. Ada juga tulisan nyeleneh di kaca belakang mobil yang jalan nguler kambang: “nyalip benjut”. Apa akan timbul masalah kalau disalip? Kira-kira ini kok guyon, ya disalip saja.

Sekarang bulan Nopember, sudah mulai hujan. Masalah musim hujan di bidang kesehatan antara lain “demam berdarah”. Petugas Kesehatan gencar melakukan penyuluhan untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Banyak juga yang tidak mengindahkan, wong nyatanya tidak apa-apa. Kalau sakit, ada dokter, ada rumah sakit.  Ketika anaknya terserang demam berdarah, ternyata blingsatan juga. Anaknya opname, harus nungguin, masih ada biaya dan waktu yang seharusnya tidak terbuang. Itu namanya “pupur sawise benjut” dan memang “pupur sawise benjut” lebih realis daripada “pupur sadurunge benjut”.  Kepala benjol karena terantuk, kita gosok pakai param kocok. Akibatnya dimanapun dan kapanpun kita selalu lengah. (IwM)

1 comment:

Dee Prastiningtyas said...

hehehehe, pitutur bahasa Indonesiane: "sedia payung sebelum hujan". cucok ndak? hehehe

Most Recent Post

POPULAR POST