Tuesday, May 29, 2012

SERAT WEDHATAMA: ANAK MUDA JANGAN "LUMUH ALA" MERASA BENAR SENDIRI


Melanjutkan nasihat Sri Mangkunegara IV pada  SeratWedhatama: Anak muda jangan suka “mudhar angkara” dan “karem anguwus-uwus” yang“uwosnya tan ana” maka dalam pupuh Pocung bait ke 14 beliau mengingatkan kepada anak muda yang kalau salah tidak mau mengakui, malah ditutup-tutupi  (sakeh luput ing angga tansah linimput), bahkan berdalih dengan berbagai macam alasan (linimpeting sabda). Dia mengira orang lain tidak ada yang tahu (narka tan ana udani). Artinya dia "lumuh ala" (tidak mau dibilang jelek/salah) bahkan nafsu angkaranya yang dikedepankan sebagai andalan (ardane ginawe gada). Lengkapnya bait ke 14 sebagai berikut:

 
Selanjutnya dalam pupuh Pocung bait ke 15 Sri Mangkunegara IV menjelaskan bahwa sebenarnya sifat suka berdalih dan tidak mau disalahkan ini disebabkan karena ilmu yang belum cukup tetapi sudah merasa pandai (durung punjul ing kawruh kaselak jujul), ditumpangi hawa nafsu (kaseselan hawa) dan berpikiran sempit (cupet) karena tertutup pamrih (kapepetan pamrih). Mustahil bisa manunggal dengan Allah Yang Maha Kuasa (tangeh nedya anggambuh mring Hyang Wisesa). Lengkapnya sebagai berikut:
 

Kata-kata yang punya makna sama dengan “durung punjul ing kawruh kaselak jujul” juga terdapat pada pupuh Pocung bait ke 6 baris pertama, yaitu “durung becus kesusu selak besus”.
 
SEHARUSNYA BAGAIMANA?

Kita rujuk pada bait ke 9 pupuh Pucung pada gambar di samping, yang mengatakan asal bisa bertingkah laku sewajarnya, prasaja, seperti apa adanya (uger lugu) maka kebaikan akan merasuk ke dalam sanubari (den ta mrih pralebdeng kalbu). Kalau dikabulkan (yen kabul) akan dibukakan pintu (kabuka) untuk memperoleh derajat kemuliaan hidup (ing drajat kajating urip).

Pada baris terakhir disebutkan "Kaya kang wus winahya sekar srinata". Terjemahannya harfiahnya adalah: Seperti tersirat dalam tembang srinata.

Keterangan: Sekar Srinata = Sekar Sinom. Jadi kita perlu merujuk ke pupuh (2) Sinom dalam Serat Wedhatama ini. Akan kita dapatkan pada pupuh Sinom bait ke 14 kata-kata " .... Mungguh ugering ngaurip; Uripe lan TRI PRAKARA; WIRYA, ARTA, TRI WINASIS ..." dapat dibaca  pada Serat Wedhatama: Wirya, Arta, Winasis (IwMM)

No comments:

Most Recent Post

POPULAR POST