Friday, February 24, 2012

SAREH PIKOLEH

SAREH adalah sabar sedangkan PIKOLEH artinya memperoleh. Pengertiannya: Orang yang sabar pasti akan memperoleh apa yang dia cita-citakan. Mungkin ada diantara Bapak Ibu yang bertanya: “Pitutur Jawa kok nyuruh sabar-sabar melulu”. Ya memang begitu, makanya kalau sedang guyon dengan teman lain, ada yang mengatakan: “Orang Jawa keinjak kakinya masih sempat bilang nuwun sewu”.

Sebenarnya orang Jawa juga tidak sabar-sabar banget. Lihat saja di antrian. Kalau tidak diatur bisa ada korban keinjak-injak tanpa nuwun sewu. SAREH PIKOLEH sama dengan “Sabar subur”  sama juga dengan “wong sabar luhur wekasane”.

Demikian pula dalam posting saya beberapa hari lalu tentang Serat Wedhatama: "TriPrakara" Pegangan Ksatria Jawa  Lila lamun; kelangan nora gegetun; Trima yen ketaman; Sakserik sameng dumadi; Tri legawa nalangsa srah ing Bathara. Kata kuncinya adalah SAREH atau SABAR.

Saya coba melongok ke beberapa “Proverb Inggris” ternyata sabar itu tidak gampang, tetapi orang harus belajar sabar dan hasilnya .... “sareh pikoleh”
 
1.    A watched pot never boils. Kalau kita memasak air dan kita tunggu sampai mendidih, rasanya lama sekali. Demikian pula kalau kita menunggu sesuatu. Sejam terasa sehari. Bisa-bisa kesabaran hilang. Padahal kalau tidak kita tunggu, waktu yang lama akan terasa cepat.
2.    All things are difficult before they are easy. Semua sulit sebelum menjadi mudah. Dalam belajar, awalnya sulit. Kita harus sabar dalam menghadapi kesulitan karena suatu saat apa yang dulu sulit menjadi mudah.
3.    Rome was not built in a day. Roma tidak dibangun dalam sehari. Semua butuh waktu, tidak ada sukses yang instant.
4.    Everything comes to him who waits. Bagi mereka yang mau menunggu, semua akan datang.
5.    Patient people eventually receive all things. Orang yang sabar akan memperoleh semuanya

Begitu pula ucapan orang-orang ternama ternyata mendukung pitutur Jawa bahwa orang harus “sabar”.
 
1.    All human wisdom is summed up in two words – Wait and Hope” (Alexandre Dumas Pere, penulis Perancis dalam bukunya “The Count of Monte Cristo”)
2.    The most powerful warior are patience and time ( Leo Tolstoy, penulis dan filsuf Rusia)
3.    Patience and fortitude conquer all things (Ralph Waldo Emerson (Penyair, penulis dan guru  Amerika)
4.    Patience is bitter but its fruit is sweet (JJ Rousseau, filsuf dan penulis Perancis)
Demikianlah dari Rusia, Perancis dan Amerika semuanya menyuruh sabar. Ada satu yang belum saya tulis yaitu ucapan seorang negarawan, filsuf, penulis scientist dan penemu Amerika, Benjamin Franklin yang terjemahannya 100 persen sama dengan “Sareh Pikoleh”. Apa ucapannya? “He that can have patience, can have what he will”. Hebat tidak? (IwMM)

2 comments:

Ania Maharani said...

a nice posting, Pak.. :)
saya jadikan quote di dalam blog, nggih :)

Ania Maharani said...

maturnuwun... :)

Most Recent Post

POPULAR POST