Tuesday, February 28, 2012

CANGKRIMAN 2a: JENIS DAN KAIDAH (WANCAHAN, PEPINDHAN DAN BLENDERAN)




 

Melanjutkan Cangkriman 1:  Penggunaan Sehari-hari Cangkriman” bukanlah sekedar olah tutur yang “waton nyatur” (asal bunyi) karena disamping ada beberapa jenis cangkriman, eksekusinya pun  juga pakai kaidah.

Jadi tidak terlalu gampanglah orang membuat cangkriman. Supaya kita  mampu merakit sebuah  cangkriman termasuk menjawabnya, diperlukan kecerdasan, kreativitas dan wawasan. Ada empat jenis “cangkriman” yaitu “cangkriman wancahan, pepindhan, blenderan dan tembang”


1. CANGKRIMAN WANCAHAN

Wancahan” dalam bahasa Indonesia adalah singkatan. “Cangkriman wancahan” adalah cangkriman “akronim”. Tapi ada rumusnya, yaitu yang dipakai adalah satu atau dua suku kata terakhir. Bukan suku kata terdepan, tengah, atau campuran. Kita tentu tahu akronim “Gakin dan Maskin”. Yang satu “keluarga miskin” dan satunya “masyarakat miskin”. Mana yang benar menurut tatacara Jawa? Tentusaja “Gakin” karena menggunakan suku kata terakhir dari tiap kata. Beberapa contoh “cangkriman wancahan” antara lain:
  • Kabaketan: “Nangka tiba ning suketan” (Nangka jatuh di rerumputan). Perhatikan yang digunakan adalah satu dan dua suku kata terakhir
  • Wiwawite lesbadhonge jatos lempuk: “Uwi dawa wite tales amba gdhonge jati atos pelem empuk. Biarpun panjang, akronim tetap mampu menggunakan suku kata terakhir saja. (catatan: Uwi sejenis umbi yang menjalar)
  • Ling cik tu tu ling ling yu: Mirip ucapan Cina, tetapi tetap akronim dengan suku kata terakhir. “Maling mancik watu, watu nggoling maling mlayu”. (Maling naik batu, batu terguling maling lari”. Dewasa ini banyak akronim yang dimirip-miripkan bahasa Cina tetapi perhatikan akronimnya pasti campuran suku kata depan dan akhir.

2. CANGKRIMAN PEPINDHAN

Pepindhan” adalah analogi. Jadi kita menyebutkan sifat suatu barang atau keadaan untuk dijawab. Pada umumnya “cangkriman pepindhan” disampaikan dalam satu kalimat. Sebagai contoh antara lain:
  • Yen esuk sikile papat, awan sikile loro bareng sore sikile telu (waktu pagi kakinya empat, siang kakinya dua, ketika sore kakinya tiga). Jawabnya “Manusia” Masih bayi merangkak, kakinya empat, setelah dewasa bisa jalan kakinya dua dan setelah tua pakai tongkat, kakinya empat.
  • Yen mandheg sikile sepuluh yen mlaku sikile loro (kalau berhenti kakinya sepuluh ketika jalan kakinya dua). Jawabnya Orang jualan makanan dengan pikulan. Contohnya orang jualan sate ayam yang dipikul. Ketika berjalan,pikulan diangkat maka kaki yang 4X2 tidak menapak di tanah, tinggal kaki yang jualan. Pengembangan dari “cangkriman” ini adalah “yen mandheg sikile 14” jawabnya orang jualan bawa dingklik untuk duduk. Dingkliknya berkaki empat.
  • Dikethok malah tambah dhuwur (dipotong malah tambah tinggi). Jawabnya celana
  • Mboke dielus-elus anake diidak-idak (ibunya dielus-elus anaknya diinjak-injak). Jawabnya “tangga” yang dipakai untuk memanjat.

3. CANGKRIMAN BLENDERAN (PLESETAN)

Kalimatnya jelas tetapi maksudnya bukan itu. Biasanya tidak terlalu sulit ditebak. Beberapa contoh antara lain:
  • Wong dodol tempe ditaleni (Orang jual tempe ditaleni). Maksudnya yang diikat bukan orang yang jualan tempe tetapi talinya. Di pasar tradisional masih banyak kita jumpai tempe yang diikat daun, bisa daun pisang atau daun jati kemudian supaya bungkus tidak lepas maka perlu diikat.
  • Gajah ngidak endhog ora pecah (Gajah menginjak telur tidak pecah). Jelas yang dimaksud bukan telurnya yang tidak pecah melainkan gajahnya.
  • Yang satu ini agak moderen: Gajah numpak becak ketok apane? (Gajah naik becak kelihatan apanya). Jawabnya: Ketok ndobose (kelihatan membualnya) -IwMM

2 comments:

manda syavira said...

Makasih ilmunya ^_^
Penjelasannya gak bikin bingung

matur nuwun :D

PAk JUSTAN DI BATANG said...

Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

Most Recent Post

POPULAR POST